<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393</id><updated>2012-02-16T04:52:44.916-08:00</updated><category term='informasi'/><category term='Perjalanan'/><category term='Foto'/><category term='Budaya'/><category term='Catatan'/><category term='Berita'/><title type='text'>KANG DIDA TEA</title><subtitle type='html'>Kerja keras disertai do'a dan restu kedua orang tua merupakan bekal bagi kehidupan yang kekal penuh ridho Illahi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-6404450553089725852</id><published>2008-07-13T05:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T05:36:36.810-07:00</updated><title type='text'>BERANI MENGKRITIK DIRI SENDIRI</title><content type='html'>"TAK ada yang salah dengan saya selama ini. Saya tidak pernah mendapat keluhan dari teman-teman. Berarti, saya tak perlu mengevaluasi diri," ujar seorang teman ketika ditanya apakah ia pernah melakukan kritik pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Padahal, menurut psikolog Dewi Kumaladewi, mengkritik diri sendiri atau tepatnya mengevaluasi diri perlu dilakukan seseorang, tanpa harus menunggu datangnya sebuah kesalahan. Apalagi, budaya orang Indonesia yang disebut ewuh-pakewuh, enggan menunjukkan kesalahan orang lain, saat ini masih banyak dipegang. Belum banyak orang berani mengritik temannya dengan terang-terangan. Alih-alih mendapat ucapkan terima kasih, bisa-bisa mendapat dampratan balik atau malah mendapat musuh.&lt;br /&gt;Nah, jika begitu kondisinya, kalau menunggu orang mengritik, kita baru melakukan introspeksi diri, bisa-bisa hal itu tak akan pernah terjadi.&lt;br /&gt;"Mengritik diri sendiri sangat penting dilakukan jika kita mau maju. Istilah yang lebih tepat adalah introspeksi atau evaluasi diri," kata Dewi.&lt;br /&gt;Banyak manfaat jika kita berani melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan selama ini. Salah satunya keinginan untuk maju karena mendapati banyak kekurangan yang mungkin kita miliki. Bertumpu pada kesalahan di masa lalu, kita bisa melakukan perbaikan di masa depan.&lt;br /&gt;Menurut Dewi, kemampuan mengenal diri sendiri, termasuk menilai kesalahan sendiri, tergantung dari tingkat kecerdasan intrapersonal seseorang.&lt;br /&gt;"Ada orang yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi. Ada pula yang rendah," kata Dewi. Berani melakukan evaluasi, berarti juga mengasah kecerdasan intrapersonal.&lt;br /&gt;Banyak yang tak tahan mendengar kritik dari orang lain. Apa pun jenis kritik tersebut, apakah membangun atau menjatuhkan, tetap ada manfaatnya bagi seseorang.&lt;br /&gt;Apakah kritik dari orang lain atau kritik diri sendiri yang efektif dijadikan pegangan evaluasi diri?&lt;br /&gt;"Akan lebih bermanfaat jika keduanya bisa dilakukan oleh seseorang, yaitu mengevaluasi diri dan terbuka terhadap kritik orang lain. Ibarat bercermin, kita harus mau melihat dari berbagai sudut," kata Dewi menyarankan.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana agar langkah mengevaluasi diri tersebut bisa efektif? Dewi memberikan trik dan tips untuk melakukannya.&lt;br /&gt;1. Buatlah daftar perilaku kita sehari-hari. Lebih baik lakukan pada malam hari, setelah melakukan aktivitas di siang harinya. Inventarisasi perilaku, antara yang bernilai positif dan negatif dalam dua buah lajur.&lt;br /&gt;2. Buat daftar reaksi atau respons dari orang lain terhadap perilaku kita tersebut. Apakah respons positif atau negatif?&lt;br /&gt;3. Kalkulasikan jumlah yang positif dan negatif tersebut.&lt;br /&gt;4. Pada akhir minggu atau akhir bulan, buat grafik nilai-nilai tersebut (positif-negatif). Perhatikan mana yang progresivitasnya menampakkan kenaikan yang signifikan. Jika progesivitas sisi negatif yang lebih banyak, berarti Anda harus menguranginya. Pertahankan nilai-nilai yang positif, bahkan usahakan naik.&lt;br /&gt;5. Evaluasi ini akan efektif jika kita selalu melihat perubahan-perubahan dari lingkungan selama kita mampu mengubah perilaku.&lt;br /&gt;6. Lakukan evaluasi tanpa menunggu kita melakukan banyak kesalahan yang memancing reaksi negatif orang. Lakukan segera mulai malam ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-6404450553089725852?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/6404450553089725852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=6404450553089725852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6404450553089725852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6404450553089725852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/07/berani-mengkritik-diri-sendiri.html' title='BERANI MENGKRITIK DIRI SENDIRI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-8110484162826791933</id><published>2008-07-11T05:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T06:00:58.245-07:00</updated><title type='text'>POLA KERJA DPR TURUT MENUAI PRAKTIK KORUPSI</title><content type='html'>Jum'at, 11 Juli 2008 , 00:16:00&lt;br /&gt;JAKARTA, (PRLM) - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menegaskan, pola kerja DPR menuai atau turut menyumbang berseminya praktk korupsi. "Anehnya DPR justru mengembangkan politik yang berlawanan dengan pemberantasan korupsi. Misalnya, dengan melakukan pertemuan tertutup dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membahas penegakan hukum," kata Adnan,.&lt;br /&gt;Ia katakan itu, di sela-sela dialog "Kontroversi Aliran Dana BI" yang digagas oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta, Kamis (10/7). Adnan mencontohkan, setidaknya sudah ada tujuh anggota DPR aktif telah diseret KPK karena terlibat masalah korupsi. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah dengan sejumlah nama yang diduga terlibat dana nonbudgeter di Departemen Kelautan dan Perikanan, dan dugaan terhadap hampir semua anggota komisi keuangan DPR periode 1999-2004.&lt;br /&gt;Adnan Topan pun mempertanyakan, sikap KPK yang hingga saat ini enggan memeriksa lebih lanjut dua nama yang diduga terlibat kasus BI, yakni Aulia Pohan dan Maman Soemantri. Adnan menilai, Aulia dan Maman diduga menjadi saksi kunci dalam kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) ke sejumlah anggota DPR periode 1999-2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasus ini akan terus menuai kontroversi sepanjang pelaku yang terlibat tidak pernah diproses secara hukum. KPK tidak boleh tunduk pada tekanan politik pihak tertentu. Kenapa KPK tidak memproses Aulia Pohan? Apa karena dia besan Presiden?," kata Adnan Topan.&lt;br /&gt;Padahal, sejumlah anggota DPR menyatakan keprihatinannya atas tertangkapnya beberapa anggota DPR, dengan tuduhan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan rakyat. DPR mendukung sepenuhnya penelusuran dan penuntasan yang dilakukan KPK atas kasus yang melibatkan anggota DPR itu.&lt;br /&gt;"Kami meminta kepada seluruh mitra kerja DPR di departemen dan badan-bdana pemerintah untuk melaporkan kepada pimpinan DPR, KPK dan media massa, serta masyarakat jika mendapat tekanan dari anggota DPR yang menjurus kepada tindak korupsi," kata Abdillah Toha.&lt;br /&gt;Tercatat, 22 nama yang menandatangai pernyataan keprihatinan anggota DPR itu. Selain Abdillah Toha, ada juga Yuddy Chrisnandi (PG), Sidarto (PDIP), Soeripto (PKS), dan Hadimulyo (PPP). Yuddy Chrisnandi mendukung memberantsan korupsi di DPR. Namun harus dimulai dari orang-orang yang berada di puncak kekuasaan."KPK masih memeriksa dari luarnya, padahal semua mesti diperiksa. Masa dari 35 kementerian nggak bisa diusut korupsinya,"  kata Yuddy. (A-109/A-130/A-37)***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-8110484162826791933?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/8110484162826791933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=8110484162826791933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8110484162826791933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8110484162826791933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/07/pola-kerja-dpr-turut-menuai-praktik.html' title='POLA KERJA DPR TURUT MENUAI PRAKTIK KORUPSI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-4057060684398108729</id><published>2008-07-08T07:43:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T07:46:07.796-07:00</updated><title type='text'>PEMILU 2009 DI IKUTI 34 PARPOL</title><content type='html'>JAKARTA, (PRLM) - Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (7/7) malam mengumumkan dan memutuskan, 34 partai politik (parpol) di tingkat nasional berhak menjadi peserta pemilu 2009. Sebanyak 16 parpol lolos dengan ketentuan Pasal 315 dan 316 huruf d UU No. 10/2008 tentang Pemilu. Sedangkan 18 parpol sisanya lolos, setelah KPU melakukan verifikasi terhadap 35 parpol.&lt;br /&gt;Pengumuman parpol peserta Pemilu 2009 dibacakan langsung oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Gedung KPU Pusat, Jln. Iman Bonjol, Jakpus, semalam. KPU pun mengumumkan enam partai lokal di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) lulus uji verifikasi faktual lembaga itu.&lt;br /&gt;Jumlah parpol untuk 2009 mendatang yang berjumlah 34 itu lebih banyak dari jumlah parpol peserta pemilu 2004 yang hanya 24 parpol. "Alhamdulillah sesuai jadwal  kami tetapkan parpol peserta pemilu," ujar Hafiz.&lt;br /&gt;Hafiz mengatakan, KPU melakukan rapat pleno maraton dari tanggal 5 Juli untuk memutuskan parpol yang lolos dari hasil verifikasi faktual. Selanjutnya, parpol peserta pemilu yang lolos itu dijadwalkan melakukan pegnundian nomor urut parpol, Rabu (9/7) di Gedung KPU Pusat.&lt;br /&gt;Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan, hasil itu didapatkan setelah KPU di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota telah melakukan verifikasi terhadap dewan pimpinan parpol di wilayah yang sama.&lt;br /&gt;Sementara kriteria yang diverifikasi meliputi empat hal, yaitu ketua umum atau ketua, sekretaris jendral atau sekretaris dan bendahara; domisili dan alamat sekretariat dewan pimpinan parpol dari proivinsi hingga kabupaten/kota; pemenuhan persyaratan tentang keterwakilan perempuan 30% dari kepengurusan di tingkat pusat, dan keanggotaan mencapai 1/1000 di wilayah kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Saat pengumuman dibacakan, sekelompok massa pendukung salah satu parpol meluapkan kegembiraan, karena lolos dalam verifikasi faktual yang dilakukan KPU. Mereka menyanyikan lagu dan membawa bendera partai di luar gedung KPU. Massa itu berasal dari parpol baru yang lolos sebagai peserta pemilu antara lain PKNU, PPI dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sebelum pengumuman dibacakan, pasukan Gegana melakukan penyisiran di seluruh gedung KPU yang berlokasi di kawasan Imam Bonjol, Jakpus. Penyisiran yang dilakukan selama 1 jam, yaitu pukul 18.30 WIB-19.30 WIB. (A-130/A-37)***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-4057060684398108729?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/4057060684398108729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=4057060684398108729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4057060684398108729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4057060684398108729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/07/pemilu-2009-di-ikuti-34-parpol.html' title='PEMILU 2009 DI IKUTI 34 PARPOL'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-6824422343955612228</id><published>2008-07-01T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T06:50:03.921-07:00</updated><title type='text'>JAMUR AJAIB</title><content type='html'>JAMUR biasanya bisa dimakan atau layak konsumsi meski ada juga yang beracun. Nah kalo jamur yang satu ini layak komsumsi atau beracun yah? Buat yang suka bepergian ke pantai, pasti ngeh deh dengan jamur satu ini.&lt;br /&gt;Magic mushroom dapat tumbuh di dalam iklim mana pun, di pegunungan maupun di pinggir pantai. Tempatnya tumbuh mungkin akan sangat menjijikkan bagi sebagian besar orang, di kotoran sapi atau di kotoran banteng. Akan tetapi, tempatnya tumbuh itu tidak membuat jamur tersebut kehilangan penggemar.&lt;br /&gt;Penggemar magic mushroom biasanya akan menunjuk Pantai Pangandaran sebagai tempat jamur ajaib terbaik karena di sana ada banteng liar. Kabarnya, jamur yang tumbuh di kotoran banteng memiliki efek yang lebih dahsyat dibandingkan dengan jamur yang tumbuh di kotoran sapi peternakan.&lt;br /&gt;Jamur itu digunakan dengan cara dimasak terlebih dahulu atau dijadikan jus. Para penggemar magic mushroom biasanya lebih menyukai mencampur jamur itu dengan telur, lalu dimasak menjadi omelet atau dadar telur.&lt;br /&gt;Sebagian lagi lebih suka mencampurnya ke dalam mi instan atau dibuat menjadi jus. Akan tetapi, ada yang lebih ekstrem yaitu memakan jamur itu mentah-mentah sesaat setelah dipetik dari kotoran sapi.&lt;br /&gt;Sesaat setelah memakan jamur itu, orang akan mulai berhalusinasi, mengalami euforia (senang yang berlebihan), atau sebaliknya mengalami kesedihan yang berlebihan. Indra perasa, terutama kulit dan lidah akan menjadi lebih sensitif. Saat dalam pengaruh jamur, penggunanya menjadi lebih individual atau asyik dengan dunianya sendiri.&lt;br /&gt;Keseluruhan efek jamur itu akan terasa selama empat sampai delapan jam. Walau berhalusinasi, penggunanya masih sadar. Yang menjadi persoalan, dia akan sulit mengontrol pikiran dan imajinasinya. Setelah efek jamur habis, penggunanya akan merasa sangat lelah.&lt;br /&gt;Di Indonesia, informasi mengenai dampak yang bisa ditimbulkan oleh magic mushroom bagi kesehatan masih sangat minim. Walaupun sebenarnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Narcotics Control Board (INCB) sudah mengeluarkan kajian tentang magic mushroom itu.&lt;br /&gt;Menurut kajian INCB, magic mushroom tidak termasuk di dalam benda atau bahan narkotik yang berada di bawah kontrol Konvensi Obat Psikotropika tahun 1971. Konvensi PBB itu telah diratifikasi oleh banyak negara untuk dijadikan dasar hukum dalam penindakan terhadap penjual narkotik.&lt;br /&gt;Disebutkan, efek yang terasa oleh pengguna sama dengan efek jika menggunakan obat psikotropika seperti LSD karena memiliki kandungan kimia yang sama, yaitu psilocin dan psilocybin. Akan tetapi, kandungan kimia di dalam tubuh akan cepat hilang dan hanya akan terdeteksi dalam kurun waktu tiga hari hingga seminggu.&lt;br /&gt;Karena dampaknya yang dianggap rendah, magic mushroom dinyatakan legal di Eropa. Namun demikian, Inggris dan Amerika Serikat menyatakan magic mushroom sebagai benda ilegal jika telah diolah menjadi barang lain.&lt;br /&gt;Di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki pendapat yang berlainan dengan pendapat INCB maupun komisi kesehatan Uni Eropa. Berbeda dengan INCB yang menggolongkan magic mushroom ke dalam benda atau bahan psikotropika, di Indonesia, magic mushroom digolongkan ke dalam zat adiktif.&lt;br /&gt;Perbedaan ini menjadi sangat krusial karena penggolongan benda berbahaya pada dasarnya disesuaikan dengan efek yang ditimbulkannya. BNN mengelompokkan magic mushroom bersama dengan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan. Dengan kata lain, jamur itu dipandang sebagai barang yang bisa membuat kecanduan. Padahal, berdasarkan kajian INCB, magic mushroom nyaris tidak mungkin menyebabkan kecanduan.&lt;br /&gt;Duh jadi bingung nih, jadinya legal atau illegal yah? Daripada bingung mending hindarin aja deh, lagian tetep ada kok ada efek psikotropikanya. Pastinya enggak baik buat tubuh . ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-6824422343955612228?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/6824422343955612228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=6824422343955612228' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6824422343955612228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6824422343955612228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/07/narkobaremajadan-tanggung-jawab-sosial.html' title='JAMUR AJAIB'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-3751300453969295901</id><published>2008-06-04T06:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T06:09:26.804-07:00</updated><title type='text'>LAMPU TEMPEL</title><content type='html'>SORE itu, Kang Kabayan sedang bersiap-siap menyalakan lampu tempelnya. Semprong lampu yang terbuat dari kaca sudah dilap bersih. Tali sumbu pun sudah ditarik dan disetel. Kini, tiga lampu tempel sudah berjejer dengan rapi. Kang Kabayan hanya tinggal mengisi minyak tanah ke dalam lampu. Lalu, ia bangkit untuk mengambil minyak tanah di dapur.&lt;br /&gt;"Teung...! Minyak tanah di mana?" Terdengar teriakan Kang Kabayan menanyakan tempat minyak tanah. Ceu Iteung yang baru mengambil air wudu tenang-tenang menjawab dari kamar. Ceu Iteung, "Di kompan Kang... dekat hawu!" Lalu, Kang Kabayan pun bangkit dan berjalan menuju tungku tempat Ceu Iteung biasa masak.&lt;br /&gt;"Teung...! Geningan kompannya kosong!" Terdengar teriakan Kang Kabayan lagi. "Ya sudah atuh Kang... kalau memang kosong mah da sudah biasa. Di warung juga enggak ada yang jual lagi sekarang mah," kata Ceu Iteung sambil menghampiri Kang Kabayan. "Terus..., itu lampu tempel mau diisi apa? Ku cai?" tanya Kang Kabayan dengan nada kesal.&lt;br /&gt;"Ya sudah..., besok pagi saja diisinya. Sekarang mah sudah mau dur Magrib. Keun we atuh tidak perlu menyiapkan dulu lampu tempel, pan listriknya juga masih menyala sekarang mah," ujar Ceu Iteung. "Kalau nanti tengah malam listrik mati lagi, bagaimana?" kata Kang kabayan, masih dengan mulut samutut, cemberut.&lt;br /&gt;"Lah..., biarin saja gelap juga. Kita mah di desa sudah biasa dengan gelap-gelapan. Tong boro di desa atuh Kang, tuh di kota Batam saja listrik sering mati," kata Ceu Iteung lagi. "Emh, kumaha atuh nya Teung? Kumaha nagara kita teh? Listrik sering mati, minyak tanah enggak ada. Terus, bagaimana nasib kita? Mau mopoek saja? Gelap-gelapan? Saleuheung kalau kita masih muda, justru senang kalau main di tempat gelap teh," kata Kang Kabayan.&lt;br /&gt;"Ah.... si Akang mah! Kenapa lumpatnya ke masa muda cacaritaan teh. Keun we Kang kita mah gelap-gelapan juga. Yang kasihan mah tuh anak-anak sekolah. Bagaimana mereka harus belajar? Padahal, sekarang teh mereka sedang dituntut harus tekun belajar, sebentar lagi kan kenaikan kelas. Kasihan, bisa-bisa ujian mereka jeblok karena mereka enggak bisa belajar," tutur Ceu Iteung.&lt;br /&gt;"Emh..., iya ya Teung! Kasihan mereka. Keur mah eukeur sakola teh hese..., biayanya mahal, sekarang ditambah dengan susah belajar karena sulit mendapat penerangan. Dipikir-pikir, kenapa negara kita bisa begini nya Teung? Padahal sumber daya alam kita teh berlimpah. Segalanya ada di sini, tapi rakyat kok serba kekurangan," ujar Kang Kabayan.&lt;br /&gt;"Haaarrr ari Akang! Kan kata Akang juga, negara kita teh sudah salah urus. Bangsa kita dan pemerintah teh sering lupa mana yang harus didulukan dan mana yang bisa dipanderikan," kata Ceu Iteung. "Bener pisan Teung. Ceuk bahasa gayanya mah, kita teh tidak bisa menentukan skala prioritas! Mana projek yang menjadi prioritas mana yang bisa ditunda," Kang Kabayan menimpali.&lt;br /&gt;"Iya Kang..., contohnya di lembur kita ini. Sebenarnya, sekarang lebih penting mana sih membangun sarana olah raga atau membangun pembangkit listrik?" tanya Ceu Iteung. "Kalau dulu mah Teung..., Akang bisa bilang sama pentingnya. Sekarang mah, pasti lebih penting membangun pembangkit listrik. Tapi ketang, kalau sama-sama untuk kepentingan rakyat banyak mah, kedua-duanya bisa sama pentingnya. Yang Akang heran mah, kok masih terjadi penghamburan di bidang olah raga yang di luar pembangunan sarana olah raga untuk masyarakat luas," tutur Kang Kabayan.&lt;br /&gt;"Penghamburan apa Kang?" tanya Ceu Iteung. "Itu...! Pesta-pesta olah raga! Masih keneh bae pesta-pesta olah raga dilaksanakan. Padahal, biayanya teh sampai ka miliaran, termasuk yang di tingkat-tingkat daerah. Lebar kan duit miliaran digunakan hanya untuk ukuran semu karena yang diutamakan adalah prestise daerah. Mendingan biayanya dipake untuk beli minyak, biar di desa-desa seperti kita ini bisa terang. Yah, enggak ada listrik juga, paling tidak minyak tanah enggak susah nyari," ujar Kang Kabayan.&lt;br /&gt;"Haarr.., pan prestasi olah raga juga penting Kang?" ujar Ceu Iteung. "Lebih penting mana Teung, prestasi olah raga atau kesehatan masyarakat? Sok, kalau listrik mati, minyak enggak ada, terus anak-anak belajar di nu poek. Sakit mata we mereka teh. Enggak sehat pan?" kata Kang Kabayan. "Iya sih Kang..., Cuma da prestasi olah raga juga penting untuk gengsi bangsa kita. Setidaknya, bangsa lain masih bisa melihat kita tidak miskin-miskin amat. Buktinya masih bisa menyelenggarakan pesta olah raga."&lt;br /&gt;"Tah... duka kalau kamu sudah punya pikiran begitu mah. Meunggeus ah! Geura salat Magrib sana! Akang juga mau ngeberesin lagi lampu tempel, terus wudu. Mumpung listrik belum mati!" Kang Kabayan menutup obrolan dengan istri tercintanya senja itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-3751300453969295901?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/3751300453969295901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=3751300453969295901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3751300453969295901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3751300453969295901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/06/lampu-tempel.html' title='LAMPU TEMPEL'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-4116089769540527537</id><published>2008-06-03T06:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T06:45:55.726-07:00</updated><title type='text'>AKU TAK MENGERTI</title><content type='html'>AKU baru saja melihat dunia. Aku baru merasakan berespirasi dengan menghirup karbondioksida pada siang hari dan menghirup oksigen pada malam hari. Walaupun aku tak mengerti mengapa ada perbedaan respirasi seperti itu. Aku pun belum tahu apa sebenarnya tugasku di dunia ini karena aku masih terlalu kecil untuk mengetahuinya. Juga tak memahami obrolan saudara-saudaraku yang sudah dewasa dan telah lama mengecap hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;Memang, aku ikut mendengar dan memerhatikan mereka ketika membicarakan makhluk yang bernama manusia. Mereka bilang manusia zaman sekarang adalah makhluk yang sangat kejam. Ah, apa benar begitu? Aku tak percaya karena aku belum tahu seperti apa manusia itu. Mungkin aku akan mengetahuinya suatu hari nanti.&lt;br /&gt;Lagi-lagi terdengar pembicaraan tentang kejelekan manusia. Mereka bilang manusia itu adalah makhluk yang sulit untuk bersyukur, padahal telah diberi berbagai macam kelebihan daripada makhluk yang lain sehingga derajat mereka lebih tinggi dari kami. Tapi, masa iya seperti itu? Seperti apa wujud manusia sebenarnya? Sampai-sampai saudara-saudaraku yang sudah dewasa sering membicarakan keburukan mereka, bahkan ada yang sambil menangis saat bercerita. Penasaran sekali diriku akan sosok manusia itu, apakah mereka menyeramkan seperti binatang-binatang buas yang tinggal di sini? Atau bahkan lebih buas daripada mereka?&lt;br /&gt;Lambat laun aku pun tumbuh menuju dewasa. Aku mulai mengerti akan tugasku di dunia ini dan aku tahu bahwa manusia adalah makhluk hidup yang memang lebih mulia daripada makhluk hidup lainnya, termasuk aku. Tugasku di dunia adalah untuk membantu manusia dan makhluk hidup lainnya untuk mempertahankan hidup. Karena setiap makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lain dan hidup saling ketergantungan. Aku pun adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat meyerap energi dari matahari kemudian disebarkan pada makhluk lain.&lt;br /&gt;Akhirnya, aku tahu akan fungsi dari perbedaan respirasi pada diriku. Ternyata fungsinya untuk membantu menyuplai oksigen pada makhluk hidup lain untuk mempertahankan hidup mereka. Karena setahuku, mereka beraktivitas saat siang hari dan beristirahat pada malam hari. Maka, saat mereka beristirahat pada malam hari, aku bisa menghirup oksigen untuk mempertahankan hidupku sendiri. Sungguh, tak pernah aku berhenti untuk mensyukuri karunia yang luar biasa ini. Sebuah anugerah yang harus kupelihara baik-baik dan merupakan amanah dari-Nya.&lt;br /&gt;Aku memang sangat senang dan mensyukuri akan tugasku di dunia ini. Namun, aku tersentak kaget saat melihat saudaraku sendiri yang sangat kuat dan kokoh tiba-tiba ditumbangkan oleh segerombolan manusia yang terlihat lebih menyeramkan daripada serigala ataupun binatang buas lainnya. Mereka dengan liar dan paksa menumbangkan saudaraku sambil tertawa terbahak-bahak. Kudengar, mereka membicarakan keuntungan yang sangat besar atas perbuatan mereka. Aku heran, mengapa mereka bilang menguntungkan? Bukankah itu adalah perbuatan berdosa? Apa mereka tak ingat bahwa ada Dzat Yang Mahaagung yang selalu melihat dan mengawasi setiap gerak-gerik manusia di dunia?&lt;br /&gt;Sungguh aku tak mengerti akan semua ini. Tadinya aku pikir manusia memang benar-benar makhluk yang sangat mulia dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Karena mereka memiliki neokorteks sebagai tempat bersemayamnya kecerdasan mereka. Itulah yang membedakan mereka dengan makhluk lainnya. Sehingga bila digunakan dengan baik, kecerdasan tersebut akan membuahkan hasil yang maksimal. Sudah sepatutnya mereka bersyukur akan hal itu.&lt;br /&gt;Tetapi kenyataannya, yang kulihat mereka memang makhluk yang kejam. Mereka tega menumbangkan saudara-saudaraku secara liar hanya untuk mendapatkan kepuasan sesaat. Mereka tak menyadari bumi yang semakin renta ini makin rusak karena ulah mereka. Mereka tak pernah memikirkan masa yang akan datang. Mereka hanya memikirkan kesenangan dan kepuasan yang sementara.&lt;br /&gt;Aku tak tahu…. Apakah mereka masih pantas untuk tetap mendapat predikat makhluk yang paling mulia? ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-4116089769540527537?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/4116089769540527537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=4116089769540527537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4116089769540527537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4116089769540527537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/06/aku-tak-mengerti.html' title='AKU TAK MENGERTI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-6043675384586391786</id><published>2008-06-03T06:33:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T06:35:08.625-07:00</updated><title type='text'>"TRACK RECORD" DAN "RECAL" WKL RAKYAT</title><content type='html'>NARASUMBER : KANG ATIP TARTIANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidaklah dipilih melalui mekanisme politik tanpa biaya, tetapi lewat pemilihan umum (Pemilu) dengan ongkos yang bahkan teramat mahal. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika rakyat sangat mengharapkan setiap anggota DPR, selain amanah, juga bisa memberikan teladan yang baik kepada rakyat.&lt;br /&gt;Sayangnya, jauh panggang dari api, harapan tersebut tampaknya masih sulit terwujud. Faktanya, DPR malah berkali-kali diguncang berita tak sedap lantaran perilaku tak terpuji sebagian anggotanya.&lt;br /&gt;Isu miring terhangat yang menghantam lembaga terhormat tersebut yaitu dugaan korupsi anggota Komisi VII DPR periode 2004-2009, Saleh Djasit. Ia didakwa korupsi Rp 4,7 miliar dalam pengadaan 20 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) di Provinsi Riau pada 2003, ketika dirinya menjadi Gubernur Riau periode 1998-2003. Menurut jaksa, Saleh Djasit dinilai korupsi karena projek pengadaan mobil damkar dilakukan tanpa tender dengan mematok harga lebih tinggi daripada harga pasar.&lt;br /&gt;Nyaris dalam waktu yang bersamaan, dari gedung Senayan berembus kencang isu pelecehan seksual yang dilakukan anggota DPR Max Moein terhadap staf pribadinya Desi Firdiyandi. Kabar tersebut karuan menjadi santapan empuk media massa setelah korban melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya kepada Badan Kehormatan (BK) DPR. Atas laporan tersebut, BK DPR belakangan didesak sejumlah kalangan untuk bertindak cepat dan tepat sesuai fungsinya.&lt;br /&gt;Hanya berselang beberapa pekan sebelumnya, DPR disorot publik karena beberapa anggotanya diduga kuat menerima hadiah (gratifikasi) sebagai balas budi atas beberapa "projek" yang disetujui lembaga terhormat itu. Aroma gratifikasi paling hangat menebar di setiap ruang kerja Komisi IV DPR. Beberapa "projek" DPR yang diduga berbuntut kasus gratifikasi di komisi tersebut di antaranya persetujuan alih fungsi hutan lindung di Pulau Bintan serta hutan mangrove seluas 1.200 hektare di Banyuasih, Sumatra Selatan.&lt;br /&gt;Bersyukur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium gejala tersebut. Akibatnya, satu per satu wakil rakyat ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Anggota Komisi IV DPR yang sudah ditahan di antaranya Al Amin Nur Nasution dan Sarjan Taher. Sebelumnya, KPK berhasil menangkap anggota DPR Hamka Yamdu dan Antoni Zedra Abidin dalam kasus gratifikasi dana Bank Indonesia (BI).&lt;br /&gt;Tindakan memalukan para anggota DPR tersebut secara tidak langsung telah merontokkan legitimasi politiknya sebagai wakil rakyat. Legitimasi politiknya terancam lenyap tak bersisa jika pada akhirnya mereka terbukti bersalah hingga mendapat sanksi penjara sebagai terpidana.&lt;br /&gt;Jika demikian, klasiknya mereka terpaksa harus menerima sanksi pemecatan dari kepengurusan atau bahkan dari keanggotaan partai politiknya. Skenario politik elite parpol biasanya berlanjut pada putusan recall (pencabutan) mereka dari posisinya sebagai anggota DPR.&lt;br /&gt;"Track record &amp;amp; recall"&lt;br /&gt;Rangkaian kasus dugaan kuat gratifikasi (korupsi) dan pelecehan seksual yang dilakukan para wakil rakyat dengan sendirinya semakin memperteguh buruknya track record (jejak rekam) lembaga legislatif kita. Maklum, jauh hari sebelumnya, gedung Senayan juga tak sepi dari isu-isu tak sedap lainnya seperti bergentayangannya "dayang-dayang" parlemen.&lt;br /&gt;Isu terakhir ini mengingatkan kita pada Yahya Zaini, wakil rakyat yang tersandung kasus video mesum tahun lalu. Karena ulahnya tersebut, ia dikeluarkan sebagai pengurus parpol yang membesarkannya sekaligus di-recall dari kursi "manis" DPR.&lt;br /&gt;Track record buruk para anggota DPR tersebut tentu tidak hanya memalukan, tetapi juga menyedihkan. Tragisnya, di luar itu, nyaris tak ada prestasi membanggakan yang berhasil ditorehkan wakil rakyat. Selama menjalankan tugasnya, mereka bahkan lebih menampakkan diri sebagai wakil parpol ketimbang wakil rakyat. Gejala ini bisa kita tangkap dari mengedepannya kepentingan elite parpol dalam setiap momentum pembahasan undang-undang (UU). Dalam penyelesaian UU Pemilu, misalnya, DPR terpaksa harus menundanya beberapa kali karena terhambat tarik-menariknya kepentingan elite parpol.&lt;br /&gt;Track record buruk DPR ini mencerminkan gejala inkonsistensi dalam kehidupan elite politik. Inkonsistensi merupakan gejala ketimpangan yang begitu jauh antara yang seharusnya dilakukan dan yang senyatanya muncul dalam ranah kehidupan bangsa. Gejala inkonsistensi anggota DPR bisa muncul ketika mereka sudah kehilangan jiwa altruisme (peduli orang banyak) serta ruh kejujuran dan keikhlasannya sebagai wakil rakyat. Tak ada lagi energi empati anggota DPR kepada rakyat.&lt;br /&gt;Situasi ini sesungguhnya sangat potensial bagi munculnya libido untuk mengakumulasi kekayaan pribadi. Libido jenis ini bisa mengencang karena dimotivasi dua tujuan, yaitu mengganti ongkos politik saat pemilu masa lalu dan menyiapkan amunisi untuk pemilu masa mendatang. Pada titik inilah biasanya korupsi mulai berani dilakukan oleh wakil rakyat sehingga ketika mereka kencang menyuarakan antikorupsi di ruang sidang, mereka juga kencang melakukan korupsi di tempat yang berbeda. Situasinya persis seperti syair yang dinyanyikan Iwan Fals: maling teriak maling!&lt;br /&gt;Mekarnya gejala inkonsistensi para wakil rakyat sejatinya berisiko mengikis kepercayaan rakyat tidak hanya kepada DPR sebagai lembaga negara, tetapi juga terhadap parpol sebagai kendaraan politik para anggota DPR. Hal ini semestinya menjadi sebuah warning sekaligus otokritik bagi setiap parpol dalam menjalankan fungsi rekrutmen politiknya. Untuk kebaikan parpol dan rakyat di masa mendatang, elite parpol seharusnya tidak asal comot dalam merekrut calon legislatif (caleg) pada pemilu legislatif (pileg). Ke depan, parpol semestinya memiliki mekanisme efektif untuk menentukan caleg yang diimpikan rakyat.&lt;br /&gt;Sejurus itu, aspek penting yang mesti menjadi pertimbangan elite parpol dalam menentukan seseorang menjadi caleg adalah integritas dan moralitas, bukan sekadar finansial atau loyalitas. Pertimbangan tersebut diyakini bisa menutup ruang bagi munculnya perilaku wakil rakyat bermasalah. Dengan demikian, parpol bisa meminimalisasi sanksi recall terhadap kadernya di lembaga legislatif.&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, kalaupun terpaksa diterapkan terhadap anggota dewan bermasalah, mekanisme recall sesungguhnya tak ubahnya sebagai kiat "cuci tangan" parpol di hadapan konstituennya. Padahal, selain tak menyelesaikan masalah, mekanisme recall juga dinilai tak akan begitu saja mengobati kekecewaan konstituen dan rakyat. Begitu pula kebijakan recall terhadap wakil rakyat bermasalah tidak bisa menjamin terpeliharanya nama baik parpol sebagai kendaraan politiknya.&lt;br /&gt;Sanksi recall terhadap anggota dewan bermasalah semestinya diikuti parpol dengan meminta maaf kepada rakyat. Hal itu memang tak memiliki payung hukum yang bersifat memaksa. Namun, sebagai kendaraan politik caleg, parpol tak bisa begitu saja melepaskan ikatan emosional dengan rakyat sebagai pemilih. Lagi pula, meminta maaf merupakan pembelajaran etika sosial yang sejatinya sangat diperlukan parpol untuk manjaga hati konstituennya, terutama menjelang pileg masa mendatang.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-6043675384586391786?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/6043675384586391786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=6043675384586391786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6043675384586391786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6043675384586391786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/06/track-record-dan-recal-wkl-rakyat.html' title='&quot;TRACK RECORD&quot; DAN &quot;RECAL&quot; WKL RAKYAT'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-898917309473780605</id><published>2008-06-03T06:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T06:26:31.928-07:00</updated><title type='text'>EUFORIA DEMOKRASI</title><content type='html'>SEPULUH tahun reformasi, eksistensi demokrasi belum banyak memberi arti. Demokrasi sementara ini hanya menjadi konsumsi sekelompok elite politik dan pemerintahan. Tak dapat disangka euforia demokrasi telah merasuk hampir semua orang sehingga merasa punya peluang untuk menjadi politisi "yang dijamin dalam UUD 1945" tetapi barrier entry-nya terlalu berat ditembus ketika Orde Baru. Wajar jika di era ini kemudian bermunculan politisi baru. Sayang, kemunculannya tidak diimbangi dengan performasi yang dijanjikan reformasi. Dalam perjalanannya, mereka sedikit berperilaku tidak lebih baik daripada politisi pada masa terdahulu.&lt;br /&gt;Demokrasi dari persepsi politisi adalah cara membangun relasi kekuasaan yang melibatkan beberapa aktor politik. Sedangkan demokrasi intelektual adalah cara membangun kesadaran kolektif melalui gerakan moral (moral force). Artinya, bila demokrasi yang tidak dimaknai secara murni bisa jadi memicu potensi konflik.&lt;br /&gt;Bisa dimaklumi bila sebagian masyarakat menjadi antipati, yakni dengan rendahnya partisipasi mereka dalam proses politik, termasuk dalam pemilihan kepala daerah (rata-rata sekitar 70%). Bagi negara-negara maju, rendahnya partisipasi adalah fenomena biasa. Namun, bagi negara-negara berkembang, fenomena ini merupakan anomali. Biasanya, partisipasi masyarakat sangat tinggi walaupun lebih bersifat tidak secara sukarela (voluntary) tetapi lebih merupakan mobilisasi (mobilized).&lt;br /&gt;Pada sisi lain, reformasi juga membangkitkan desentralisasi dan demokrasi lokal mulai dari struktur politik hierarkis, sentralistik, feodalistik, dan otoriter. Locus politik telah bergeser dari pusat ke daerah, dari sentralisasi ke desentralisasi, dari bureaucratic government ke party government, dan dari executive heavy ke legislative heavy. Meski demikian, demokrasi lokal saat ini masih sebatas euforia, bukan sebagai proses konsolidasi menuju demokrasi lokal yang kokoh, beradab, dan terpercaya.&lt;br /&gt;Bila diamati, euforia demokrasi dalam proses politik, baik pilpres maupun pilkada, masih pada tataran eksplosi demokrasi atau eksplosi aspirasi, dan ekspresi atas nama demokrasi. Eksplosi sering lepas kontrol sehingga berujung anarki. Akhirnya, euforia dan eksplosi demokrasi tidak berjalan sejajar dengan peningkatan pemahaman tentang demokrasi itu sendiri, baik demokrasi prosedural maupun demokrasi substantif.&lt;br /&gt;Demokrasi cenderung disalahpahami sebagian masyarakat yakni demonstrasi massa dalam bentuk unjuk rasa dan lainnya, sehingga muncul istilah "demo- crazy". Kebebasan cenderung juga disalahartikan sebagai "kebebasan tanpa aturan" (lawlessness freedom) dan tanpa kepatuhan hukum. Hasilnya, anarkisme bukan hanya mencederai, tetapi bahkan jelas bertentangan dengan demokrasi.&lt;br /&gt;Tentunya sebuah ilustrasi ironi dalam berdemokrasi, kebebasan yang dibawanya pada gilirannya tersandung berbagai gejala anarki. Demokrasi dengan kebebasan menimbulkan eksplosi aspirasi dan ekspektasi. Artinya, eksplosi aspirasi dan ekspektasi tak selalu datang lebih cepat, terlebih cara-cara instan, ketika kemerosotan dekadensi di berbagai level.&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, demokrasi jelas tidak berjalan baik tanpa adanya kepatuhan dan respek hukum dalam ketertiban publik. Selain itu, pemberdayaan demokrasi tak hanya dengan adanya multiparpol, pemilu yang reguler, pers yang bebas dan independen, dan civil society yang kuat. Pemberdayaan dan pendalaman demokrasi juga tak bisa taken for granted; sebaliknya, harus disemaikan melalui pendidikan kewargaan (civic education) atau pendidikan demokrasi atau pendidikan kewarganegaraan (citizenship education). Bila itu dapat dilakukan, maka demokrasi dapat diperkuat sebagai integrasi bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Konteks demokrasi di ranah lokal misalnya, lebih banyak diwarnai sejumlah euforia rapuh, antara lain; pertama, euforia demokrasi elektoral. Masyarakat Indonesia tengah dilanda demam pesta demokrasi elektoral. Sehingga kesan yang muncul demokrasi hanya terfokus pada pemilihan, pesta politik yang kompetisi, sensasi, mobilisasi, money politics, intrik, caci-maki, perdukunan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Kedua, euforia semangat kedaerahan (nativisme). Fakta yang berkembang setiap daerah masih menggelorakan isu "putera daerah" ketika dihadapkan pada pemilihan pilkada. Adanya sebagian masyarakat lokal yang masih lantang menentang kehadiran calon-calon yang bukan putera daerah untuk menduduki jabatan pilkada. Meski istilah putera daerah tidak mempunyai autentisitas yang kuat, karena istilah itu cenderung hanya sebagai paspor politik untuk menjustifikasi kedudukan seseorang, tanpa melihat visi dan kualifikasinya.&lt;br /&gt;Ketiga, euforia parlemen lokal. Dalam UU No. 22/1999, DPRD sangat powerful dibandingkan dengan kepala daerah, sehingga menjadi modal politik untuk memainkan check and balance dengan baik di hadapan kepala daerah dengan tujuan pemerintahan daerah bisa berjalan secara bertanggung jawab, transparan dan responsif. Tetapi, DPRD yang kuat justru menimbulkan banyak persoalan baru: DPRD menjadi oligarki dengan berkapasitas rendah, tidak bertanggung jawab, dan kurang peka pada aspirasi rakyat.&lt;br /&gt;Keempat, euforia kepialangan politik. Adanya otonomi daerah telah memberi kesempatan terbuka bagi lahirnya aktor-aktor dan petualang politik baru. Kelima, euforia protes sosial atau pembangkangan sipil. Ketika rezim orde baru jatuh 1998, protes sosial mengalami perluasan dengan mengusung senjata reformasi politik yang tiada lain merupakan kekuatan alternatif bagi civil society guna melawan penguasa. Namun perlu diingat, bahwa protes sosial yang terjadi di Indonesia lebih bersifat sesaat atau partisipasi ad hoc yang hanya sangat efektif untuk menjatuhkan penguasa otoriter bermasalah, dan tak efektif untuk membangun demokrasi lokal.&lt;br /&gt;Lima konteks tadi merupakan sebuah ilustrasi buram tentang demokrasi lokal, di saat euforia dalam proses politik yang berlangsung dalam situasi darurat jangka pendek. Euforia jangka pendek tidak bakal membuahkan demokrasi lokal yang kokoh dan berkelanjutan, selain hanya membuahkan kekecewaan dan ketidakpercayaan. Euforia akan come and go berbarengan dengan pesta politik. Euforia akan berubah menjadi kekecewaan bila pesta sudah usai, tetapi dia akan datang lagi kalau pesta itu digelar kembali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-898917309473780605?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/898917309473780605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=898917309473780605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/898917309473780605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/898917309473780605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/06/euforia-demokrasi.html' title='EUFORIA DEMOKRASI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-5653196132203349847</id><published>2008-05-27T06:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T06:54:04.486-07:00</updated><title type='text'>BBM = Beban Berat Masyarakat</title><content type='html'>RENCANA pemerintah mengurangi subsidi BBM, sudah menuai protes dari seluruh kalangan masyarakat. Sopir-sopir angkutan umum, mahasiswa, hingga ibu-ibu rumah tangga, menuntut pemerintah membatalkan rencana itu. Pemerintahan SBY-JK pernah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM pada tahun 2008. Akan tetapi melihat naiknya harga minyak dunia yang membengkakkan APBN, apa mau dikata? Melihat dari segala sisi, salah satu jalan untuk mengatasinya adalah mengurangi subsidi BBM.&lt;br /&gt;Namun, melihat pengalaman yang sudah-sudah, naiknya harga BBM sangat memengaruhi sektor-sektor lain. Yang paling berpengaruh pada anak sekolah yaitu jasa transportasi atau angkutan umum. Naiknya harga BBM berarti naik pula tarif angkutan umum. Selain jasa transportasi, harga sembako pun ikut-ikutan naik.&lt;br /&gt;Nah jika sudah seperti ini siapa yang dirugikan? Orang miskinkah? Nampaknya, kesejahteraan makin hari makin menjadi barang mahal di Indonesia. Orang yang kaya semakin sejahtera dan orang yang miskin semakin merajarela. Seiring dengan rencana kenaikan BBM, pemerintah sudah menyiapkan bantuan untuk rakyat miskin. Bantuan langsung tunai (BLT) merupakan solusi yang dikeluarkan pemerintah, tapi apakah BLT itu harus benar-benar diadakan? Dengan kurangnya sosialisasi yang baik dan masih banyaknya orang miskin yang belum pernah mendapatkan BLT, apakah ini kebijakan yang baik? Apakah ini tidak akan membuat warga yang miskin semakin malas?&lt;br /&gt;Sebuah dilema memang. Jadi kita sebagai kaum penerus harus bagaimana? Ikut demo penolakan naik harga BBM, mencari solusi selain menaikkan harga BBM atau diam diri seolah itu bukan urusan kita? Tetapi melihat demo yang tidak efektif, berusaha tuk diam diri pun tak kan menyelesaikan masalah. Mungkin salah satu cara yang bisa kita lakukan hanyalah berhemat, dengan cara mengurangi penggunaan listrik, mengurangi penggunaan kendaraan, jika tidak terlalu diperlukan. Dengan cara itu kita bisa menghemat sumber tenaga yang makin lama makin menipis. Ya mungkin hanya itulah yang bisa kita sebagai masyarakat kecil lakukan. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-5653196132203349847?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/5653196132203349847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=5653196132203349847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5653196132203349847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5653196132203349847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/bbm-beban-berat-masyarakat.html' title='BBM = Beban Berat Masyarakat'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-2163295418817366281</id><published>2008-05-22T07:05:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T07:07:13.730-07:00</updated><title type='text'>BLT DAN KEMANDIRIAN</title><content type='html'>NARASUMBER...KANG EDI JUSUF...&lt;br /&gt;HAMPIR dapat dipastikan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM akan segera dilakukan. Dengan demikian, untuk kedua kalinya pemerintah menyalurkan dana BLT kepada keluarga miskin. BLT pertama disalurkan Oktober 2005-2006.&lt;br /&gt;Deputi Kemeneg PPN/Bappenas Bidang Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Bambang Widianto mengatakan, dana sebesar Rp 35 triliun akan disalurkan dalam bentuk BLT sebesar Rp 14,1 triliun. Sisanya akan disalurkan ke dalam bentuk lain seperti dukungan sarana dan prasarana usaha, antara lain subsidi pupuk, listrik untuk dunia usaha, dan kredit UMKM.&lt;br /&gt;Dana BLT yang akan disalurkan pemerintah rencananya akan tetap menggunakan metode sejenis yakni data BLT pada 2005. Hal ini tentunya mengundang kekhawatiran sejumlah pihak karena data yang digunakan waktu itu diragukan keakuratannya sehingga akan memunculkan gejolak sosial baru akibat kompensasi BBM yang salah sasaran.&lt;br /&gt;Rupanya pemerintah lupa, konsep kompensasi BLT tahun 2005 nyata-nyata telah menimbulkan konflik sosial di ranah komunitas rakyat miskin. Bahkan, pemerintah cenderung menyederhanakan definisi angka kemiskinan dan tidak memisahkan antara dampak kenaikan langsung masyarakat miskin atas kenaikan harga BBM dengan ekspektasi pasar yang memberi kontribusi kenaikan harga barang BBM. Padahal, kedua hal tersebut tidak hanya akan menimpa kelompok miskin, tetapi juga hampir miskin yang rawan konflik sosial.&lt;br /&gt;Dari berbagai data analisis kuantitatif, jumlah orang miskin baru akibat kenaikan BBM ini mencapai 19,01 juta jiwa (total orang miskin mencapai 56,6 juta jiwa), pengangguran terbuka baru mencapai 18,61 juta jiwa (total penganggur terbuka mencapai 29,61 juta), dan tambahan kenaikan harga barang mencapai 26,94%. Jadi, program BLT yang dapat dikatakan merupakan program kompensasi utama pemerintah, rasanya tak akan mampu lagi secara efektif mengatasi dahsyatnya dampak tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah hanya menggunakan beberapa variabel statistik tertentu seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan realisasi investasi yang dijadikan tolok ukur keberhasilan kinerja ekonomi pemerintah. Sementara variabel lain seperti ukuran daya beli orang miskin di kota sebesar Rp 175 ribu dan desa Rp 150 ribu diabaikan. Padahal, dengan nilai sebesar itu, apa yang mereka dapatkan untuk memenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;Melihat kondisi tersebut, kentara bahwa tim ekonomi nasional tak begitu siap mengimplementasikan kebijakan BLT plus tahun ini yang berpotensi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Artinya, konsep BLT yang ada dan berlaku temporer itu tak memungkinkan dapat menanggulangi pengangguran dan kemiskinan secara utuh.&lt;br /&gt;BLT plus diberikan berupa uang sebesar Rp 100.000,00 per bulan selama 7 bulan untuk rumah tangga miskin (RTM). Kecuali itu, juga bantuan komoditas pangan berupa minyak goreng, beras, dan gula. Tentunya jumlah itu jauh dari cukup. Bahkan, nyaris tidak berarti apa-apa apabila diperhitungkan dengan tingkat inflasi yang terjadi.&lt;br /&gt;Pemerintah tak menggambarkan bagaimana angka kemiskinan tambahan muncul menyusul kenaikan harga barang setelah para pebisnis tahu rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Bagi masyarakat miskin perkotaan, tekanan itu masih akan ditambah naiknya biaya transportasi yang akan berkisar pada 30%-40%. Belum lagi naiknya biaya pendidikan dan biaya sosial lainnya. Artinya, kelompok yang tadinya berada di atas dan hampir berada di garis kemiskinan oleh rencana pemerintah itu, kini masuk kategori di bawah kemiskinan. Dengan demikian, angka kemiskinan sebesar 8,55% itu sangat mungkin meningkat, tidak seperti perkiraan optimistis pemerintah bahwa angka kemiskinan cenderung menurun.&lt;br /&gt;Akar persoalan subsidi BBM sebenarnya adalah rendahnya daya beli sebagian besar masyarakat. Hakikat masalah subsidi BBM di tanah air sebenarnya tidak lain adalah masalah kemiskinan itu sendiri. Masalah ini dan solusinya sebenarnya sudah lebih dari satu dekade dipahami betul oleh pemerintah, khususnya otoritas sektor energi, yaitu adanya kesalahan ketika menyubsidi harga produk BBM dan yang benar adalah ketika menyubsidi orang (yang berhak menerima) secara langsung.&lt;br /&gt;Kunci persoalan sesungguhnya adalah bagaimana memberlakukan harga BBM yang tak lagi disubsidi, tetapi tetap bisa memberikan subsidi (dalam bentuk jaminan sosial atau pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan) yang memadai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya secara tepat sasaran. Sayangnya, pemerintah kurang kreatif dan inovatif dalam memberikan kompensasi program BLT yang hanya ditambah dengan kata plus, namun berkesan rakyat menjadi pengemis.&lt;br /&gt;Subsidi BBM pada hakikatnya masih sebagian besar dinikmati oleh golongan masyarakat ekonomi menengah ke atas. Dengan demikian, yang perlu dipikirkan oleh pemerintah saat ini adalah bagaimana dari kenaikan BBM itu bisa memberikan kebijakan afirmatif atau keberpihakan kepada rakyat kecil agar mereka mampu memiliki daya tahan ekonomi dalam kurun waktu tertentu ke depan.&lt;br /&gt;Di samping itu, tentu pemerintah juga harus punya komitmen untuk betul-betul membuat kebijakan penganggaran lebih efisien dan efektif yang harus ditunjukkan oleh semua jajaran, mulai pemerintah pusat, provinsi, sampai jajaran pemerintahan daerah. Dengan demikian, secara psikologis, beban ini tidak hanya ditanggung rakyat kecil, tetapi juga dapat menimbulkan empati pemerintah kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Melihat konteks BLT saat ini, ada persoalan besar yakni pemerintah harus memastikan dana sebesar Rp 100.000,00 per bulan/KK benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Pastikan pula bahwa seluruh warga miskin bisa diberi akses seluas-luasnya untuk menerima dana BLT itu tanpa kecuali. BLT adalah persoalan rawan dan sensitif. Oleh karena itu, pelaksanaan, kontrol, dan evaluasi harus dilakukan setiap saat. Jika terjadi kelalaian atau keteledoran di lapangan sedikit saja, akibatnya bisa fatal. Taruhannya pun tidak main-main, yakni citra pemerintah dan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Distribusi BLT tahun ini memang memungkinkan untuk tidak tepat sasaran. Sebab, mengubah tingkat strata ekonomi masyarakat penerima BLT dari masyarakat miskin, sangat miskin, dan hampir miskin, menjadi mampu, tidak secepat yang dikira. Artinya, data kemiskinan tetap harus disempurnakan sehingga penyimpangan dapat diminimalisasi dan ada jaminan bahwa BLT itu efektif diterima rakyat miskin.&lt;br /&gt;Perlu dipikirkan pula oleh pemerintah bahwa program yang sifatnya sesaat, tidak akan mampu mendidik rakyat secara berkelanjutan dan program tersebut tidak akan pernah menjadikan rakyat mandiri, melainkan terus mengalami ketergantungan pada bantuan pemerintah. Seharusnya pemerintah lebih memikirkan bagaimana rakyat dapat menyambung hidup pascakenaikan harga BBM ini.&lt;br /&gt;Solusi yang perlu dikembangkan jauh lebih baik melalui pengembangan usaha kecil menengah, lapangan kerja padat karya ketimbang membagi-bagikan duit. Selain itu, pemerintah perlu segera membuat program yang lebih permanen selain program BLT. Program permanen itu setidaknya membuka peluang kerja bagi masyarakat. Idealnya, program yang sudah ada dapat berjalan setelah tujuh bulan batas BLT. Lebih penting lagi, ada satu kebijakan ekonomi ke depan yang dapat memacu pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Hal ini perlu benar-benar dirumuskan secara komprehensif dan ditetapkan dengan peraturan yang tegas dan pasti. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-2163295418817366281?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/2163295418817366281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=2163295418817366281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/2163295418817366281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/2163295418817366281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/blt-dan-kemandirian.html' title='BLT DAN KEMANDIRIAN'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-3614896033516636616</id><published>2008-05-21T07:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T07:16:55.823-07:00</updated><title type='text'>MENGAWAL DEMOKRASI</title><content type='html'>Di antara buah reformasi yang dapat dinikmati bangsa ini tentu saja adanya pemilihan umum yang digelar secara berkala setiap lima tahun. Dengan itu, pertanyaannya, apakah Indonesia telah mencapai apa yang disebut Jack Snyder sebagai "negara yang demokrasinya matang" (mature democracies).&lt;br /&gt;Ada tiga mistar atau parameter yang bisa digunakan untuk menjawabnya. Pertama, sejumlah sarjana menggunakan rumus "dua kali pergantian kekuasaan" untuk menandai konsolidasi demokrasi. Demokrasi sudah terkonsolidasi jika kekuasaan sudah dua kali pindah melalui proses pemilihan umum yang luber dan jurdil.&lt;br /&gt;Kedua, ada pula yang mengatakan demokrasi sudah terkonsolidasi apabila sistem ini merupakan "permainan satu-satunya". Itu berarti tak ada lagi jalan bagi parpol atau kelompok untuk berkuasa selain memenangi pemilihan umum yang luber dan jurdil.&lt;br /&gt;Ketiga, demokrasi telah matang diukur dari sejauh mana suatu negara telah menunjukkan ciri yang bersifat kelembagaan dan hukum. Misalnya adanya politik yang bersifat kompetitif, pemilihan umum yang tetap, partisipasi yang luas, pembatasan kekuasaan eksekutif, kebebasan berbicara, dan penghormatan terhadap kebebasan sipil, termasuk hak-hak minoritas.&lt;br /&gt;Apabila tiga mistar itu digunakan untuk membaca demokrasi Indonesia, harus dikatakan bangsa ini telah tiba pada demokrasi yang terkonsolidasi. Dalam sepuluh tahun reformasi, telah dua kali dilangsungkan pemilu luber dan jurdil. Pergantian kekuasaan berlangsung tertib dan teratur, tanpa kekerasan. Ini membedakan dengan pemilu dan pergantian (lebih tepatnya pelanggengan) kekuasaan di masa Soeharto. Tak ada lagi apa yang disebut kudeta, apalagi "kudeta merangkak" seperti pernah terjadi di balik pergantian kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, tahun 1966 silam.&lt;br /&gt;Pada mistar ketiga pun, khususnya poin pembatasan kekuasaan eksekutif, bangsa ini melakukannya. Pendulumnya amendemen UUD 1945 yang berlangsung sepanjang 1999-2002. Parlemen, khususnya DPR punya kekuasaan cukup besar di hadapan eksekutif, pemerintah. Bahkan, seturut dengan independensi Bank Indonesia, DPR punya wewenang menolak calon gubernur bank sentral yang diajukan pemerintah. Sebaliknya, presiden tak punya hak veto untuk menangkis politisasi parlemen terhadap rencana kebijakan yang diajukannya. Pokok kata, setiap kebijakan yang hendak diambil pemerintah harus mendapat persetujuan DPR.&lt;br /&gt;Satu sisi ini bermanfaat, sebab DPR hakikatnya lembaga representasi rakyat atau wakil rakyat. Tapi di sisi lain, "penambahan kekuasaan" kepada DPR tanpa sadar telah mengantarkan bangsa ini ke sistem "eksekutif parlementer". Sebuah sistem pemerintahan di mana eksekutif dikendalikan parlemen. Praktik kekuasaan sepuluh tahun terakhir menegaskan itu, sekalipun sistem yang termaktub dalam konstitusi kita adalah eksekutif nonparlementer atau eksekutif tetap (presidensial). Dampak ikutannya, pemerintahan sulit sekali berjalan secara efektif lantaran harus sering berurusan dengan parlemen. Wajah demokrasi Indonesia satu dasawarsa terakhir tak ubahnya "kuasi demokrasi parlementer" 1950-an.&lt;br /&gt;Parlemen dalam beberapa hal adikuat di hadapan pemerintah. Kendati presiden merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan, dalam praktik sering kali wapres bertindak sebagai kepala pemerintahan (mirip perdana menteri dalam sistem parlementer), sedangkan presiden berperan sebagai kepala negara. Wapres —yang notabene pemimpin parpol pemilik kursi terbesar di DPR— lebih banyak berhasil mengerem laju politisasi dan mendapat dukungan DPR. Sedangkan Partai Demokrat yang menyokong presiden belum selihai Partai Golkar dalam menggalang dukungan di DPR.&lt;br /&gt;Sebaliknya Golkar tidak selalu mem-back up kebijakan presiden —terlebih lagi jika kebijakan itu tak memperoleh lampu hijau sang wapres. Kendati presiden merangkul anggota kabinet dari pelbagai parpol, presiden tidak otomatis memperoleh dukungan parpol itu di DPR. Inilah runyamnya, untuk tak mengatakan anomali sistem demokrasi presidensial di negeri kita. Presiden (dan wapres) yang menangguk legitimasi tinggi rakyat lewat pemilu langsung, tersandera parpol dalam lembaga perwakilan.&lt;br /&gt;Pelajaran yang bisa dipetik. Sistem multipartai gemuk —yang dianut sejak 1999 lalu— tidak cocok dengan sistem presidensial yang tertuang dalam konstitusi. Anehnya, penataan sistem kepartaian di negeri ini berjalan seolah tanpa arah yang jelas. Mari membuka almanak politik sepuluh tahun terakhir. Pada Pemilu 1999, ada 48 parpol berpartisipasi dalam pemilu yang menggunakan sistem proporsional tertutup. Pada Pemilu 2004 jumlah peserta menyusut jadi 24 parpol.&lt;br /&gt;Pada Pemilu 2009 nanti, ketentuan electoral threshold (ET) sebesar 3% "ditangguhkan" sebagai kompensasi atas diadaptasinya ketentuan parliamentary threshold (PT) sebesar 3,5%. Sekurangnya 16 parpol sudah pasti ikut pemilu tahun depan, padahal jika ketentuan ET berlaku hanya tujuh parpol yang langsung lolos. Bayangkan saja, berapa jumlah parpol yang ikut Pemilu 2009. Sekarang saja 66 parpol (termasuk 16 parpol) sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum.&lt;br /&gt;Nurcholish Madjid (alm.) tahun 2003 lalu pernah mengingatkan sistem kepartaian di tanah air masih parlementer. Ini dicirikan antara lain, parpol yang terkuat lebih berpeluang mendudukkan calonnya menjadi presiden. Kecenderungan ini jelas tak konsisten dengan sistem presidensial, yang seharusnya menetapkan presiden secara profesional.&lt;br /&gt;Mumpung RUU Pilpres belum disahkan, seyogianya dimasukkan ketentuan koalisi antarparpol pengusung pasangan calon presiden/wapres dilakukan sebelum pemilu legislatif digelar. Cara ini berguna untuk memperkuat kohesi parpol-parpol pendukung pasangan calon presiden/wapres. Sehingga ketika pasangan calonnya memenangkan pilpres, kerja sama antarparpol itu berlanjut hingga di parlemen. Tidak seperti saat ini, parpol inti pendukung SBY-JK, justru tidak bisa berbuat banyak lantaran parpol yang dipimpin wapres bergabung sekian bulan pascapilpres.&lt;br /&gt;Dus, koalisi sejak awal akan ikut mengarahkan siapa parpol pendukung pemerintah dan siapa pula parpol oposisi. Kita berkepentingan agar parpol pendukung presiden/wapres terpilih sudah terkonsolidasi jauh hari sebelum pemerintahan terbentuk. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-3614896033516636616?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/3614896033516636616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=3614896033516636616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3614896033516636616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3614896033516636616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/mengawal-demokrasi.html' title='MENGAWAL DEMOKRASI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7259564421526665222</id><published>2008-05-21T07:07:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T07:10:03.493-07:00</updated><title type='text'>PEMIMPIN TEGAS ITU TELAH TIADA</title><content type='html'>JAKARTA 20 MEI 2008&lt;br /&gt;"Saya kesepian sekarang. Angkatan ’45 telah habis."&lt;br /&gt;UNGKAPAN itu dikemukakan mantan Gubernur Jabar Solihin G.P. atas meninggalnya mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Almarhum yang akrab disapa Bang Ali tersebut, meninggal dunia di Gleneagles Hospital di Singapura, Selasa (20/5) pukul 18.30 waktu setempat. Bang Ali meninggal akibat penyakit yang dideritanya satu bulan terakhir.&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan salah seorang anak Bang Ali, Edi Sadikin, yang memberikan kabar meninggalnya ayahnya itu kepada Kapospol Menteng AKP M. Nababan. "Sudah satu bulan beliau dirawat di sana akibat menderita komplikasi," kata Nababan, menirukan pernyataan Edi di rumah duka, Jln. Borobudur No 2, Menteng, Jakarta, Selasa (20/5).&lt;br /&gt;Menurut anak sulung almarhum, Boy Bernadi Sadikin, jenazah Ali Sadikin akan tiba di Jakarta pada Rabu (21/5). Jenazah akan diterbangkan dengan pesawat Garuda.&lt;br /&gt;"Jenazah bapak akan dibawa pulang dengan pesawat Garuda. Baru akan tiba besok pukul 9.00 WIB, dari sana pukul 7.00 waktu Singapura," ujar Boy, di rumah duka, Jln. Borobudur, Jakarta.&lt;br /&gt;Boy mengatakan, sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, jenazah ayahnya akan disemayamkan di rumah duka. "Saya belum tahu dimakamkan jam berapa," katanya.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Boy membantah ayahnya meninggal dunia karena penyakit komplikasi. "Tidak ada komplikasi. Itu karena cangkok ginjal," ungkapnya.&lt;br /&gt;Boy menjelaskan, almarhum pernah menjalani cangkok ginjal di Cina. Mestinya, menurut dia, ayahnya harus check up rutin.&lt;br /&gt;"Tetapi, bapak tidak mau. Lalu, dokter menyarankan untuk memeriksa ke Singapura saja. Akhirnya, bapak kontrol ke Singapura," papar Boy.&lt;br /&gt;Sejumlah kerabat dan keluarga almarhum sudah berdatangan di rumah duka di Jln. Borobudur No 2, sejak pukul 19.00 WIB. Isak tangis keluarga pun terdengar. Rumah bercat putih itu juga mulai dipenuhi wartawan yang hendak meliput.&lt;br /&gt;Selain itu, rangkaian bunga dukacita juga berdatangan dari berbagai tokoh, di antaranya karangan bunga datang dari keluarga mantan Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;Segala persiapan untuk menyemayamkan jenazah sudah terlihat. "Saya harus menyiapkan segala sesuatunya. Pak Camat dan Pak Lurah sudah menyiapkan segala sesuatunya," kata Wali Kota Jakarta Pusat Silviana Murni.&lt;br /&gt;Menurut Silviana, tokoh kelahiran Sumedang Jawa Barat tersebut, akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Rabu (21/5). "Akan dimakamkan besok di Tanah Kusir. Saya sudah koordinasi dengan Wali Kota Jakarta Selatan," kata Silviana.&lt;br /&gt;Sementara itu, satu peleton Marinir telah disiapkan untuk mengawal jenazah tokoh Petisi 50 tersebut. "Kita belum tahu mau ditempatkan di mana. Jenazah akan langsung dibawa ke Jalan Borobudur atau ke Pejaten (kediaman Ali Sadikin yang lain)," kata Asisten Logistik Korps Marinir Kolonel Suryo Aji.&lt;br /&gt;Pemimpin tegas&lt;br /&gt;Rasa kehilangan yang mendalam diungkapkan Solihin G.P. Di mata mantan Gubernur Jabar periode 1970-1975 tersebut, Ali Sadikin merupakan pemimpin yang memiliki ketegasan dan seorang prajurit yang baik. Selain menjabat gubernur dalam waktu yang bersamaan, keduanya pernah terlibat dalam berbagai operasi militer.&lt;br /&gt;"Beliau memiliki ketegasan karena sadar benar akan tanggung jawab sebagai pemimpin. Tidak ada yang perlu ditakuti, sebab pemerintahan dijalankan dengan bersih," kata Solihin.&lt;br /&gt;Meski bersahabat baik, Solihin menuturkan, saat sama-sama menjabat gubernur, tidak jarang keduanya berselisih. Persoalan perbatasan menjadi pemicu utama. Salah satu peristiwa yang terekam jelas di ingatan Solihin adalah saat keduanya saling menantang untuk memastikan lebih banyak mana daerah yang dituju mobil saat akhir pekan.&lt;br /&gt;"Pertamanya, beliau mengajak saya berdiri di perbatasan dan melihat secara langsung ke mana mobil lebih banyak pergi saat akhir pekan. Ke Jakarta atau ke Jabar," ujar Solihin.&lt;br /&gt;Ia bercerita, waktu itu Ali Sadikin merestui berdirinya kasino dan klub malam di Jakarta. Alhasil, lebih banyak mobil meluncur dari Jabar ke Jakarta. Akan tetapi, tidak lama berselang, gantian para penghuni ibu kota yang menyerbu Bandung. "Sejak sektor pariwisata di Jawa Barat, khususnya Puncak, digarap dengan sungguh-sungguh, mulailah orang-orang Jakarta beralih pergi ke Jabar saat akhir pekan," ungkap Solihin.&lt;br /&gt;Meski kerap berselisih pemikiran, kepergian Ali bagi Solihin tetaplah merupakan kepergian seorang teman seperjuangan. "Saya kesepian sekarang. Angkatan ’45 telah habis," ujarnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Uu Rukmana mengatakan, ia merasa kehilangan atas meninggalnya Ali Sadikin. Menurut Uu, Ali adalah sosok pemimpin yang tegar, tegas, berdedikasi, dan penuh keberanian. Beberapa kebijakannya kontroversial, namun ia yakin akan atas segala keputusan yang ia ambil.&lt;br /&gt;Saat dihubungi semalam, Uu mengatakan, Ali Sadikin sering berbeda pendapat dengan mantan Presiden Soeharto. Saat itu, Soeharto adalah orang yang ditakuti dan tidak ada yang berani melawannya. Siapa yang berani melawan akan ditangkap. Ali Sadikin berani melawan Soeharto, namun Soeharto tidak berani menangkap Ali. Hal itu disebabkan Soeharto takut rakyat Jabar akan ngamuk jika ia berani menangkap Ali Sadikin.&lt;br /&gt;Uu mengaku ia sangat mengidolakan Ali Sadikin. "Dua tokoh Sunda yang saya kagumi adalah Oto Iskandar Dinata dan Ali Sadikin. Saya pernah berselisih dengan Ali Sadikin, tetapi tak lama. Dia menganggap masalahnya selesai karena saya berani mendatanginya untuk menyelesaikan masalah. Mang Ali malah ngajak saya makan," ungkap Uu.&lt;br /&gt;Uu menyampaikan rasa dukacita mendalam atas kepergian Ali Sadikin. Ia berpendapat, bangsa Indonesia, khususnya Jawa Barat, kehilangan salah seorang putra terbaiknya.&lt;br /&gt;"Semoga Mang Ali diterima di sisi Allah SWT. Ia meninggal saat Hari Kebangkitan Nasional. Menurut saya, Ali Sadikin adalah salah satu tokoh Kebangkitan Bangsa ini," kata Uu, yang telah mengenalnya saat Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7259564421526665222?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7259564421526665222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7259564421526665222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7259564421526665222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7259564421526665222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/pemimpin-tegas-itu-telah-tiada.html' title='PEMIMPIN TEGAS ITU TELAH TIADA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-8756842308437675183</id><published>2008-05-19T05:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T05:12:17.442-07:00</updated><title type='text'>MEREFLEKSI KEBANGKITAN</title><content type='html'>NARA SUMBER ; KANG CECEP TEA&lt;br /&gt;PERINGATAN seabad kebangkitan nasional berlangsung dalam selimut kabut keprihatinan. Angka kemiskinan terus bertambah. Antre sembako dan BBM hampir merata di mana-mana. Belum lagi mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;Sekadar mengingatkan, hitungan satu abad kebangkitan nasional yang dirayakan bangsa Indonesia adalah merujuk pada kelahiran gerakan Boedi Oetomo, organisasi yang hidup kurang lebih selama 27 tahunan (1908-1935). Boedi Oetomo (BO) lahir dari pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan beberapa mahasiswa (antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman) di perpustakaan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Topik diskusinya, nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu.&lt;br /&gt;Kepekaan itu kemudian menuntun mereka untuk bersatu dalam satu gerakan sosial. Sayangnya mereka pun terjebak pula dalam situasi yang memungkinkan nalar-nasionalismenya tidak berjalan maksimal. Gerakan BO pada waktu itu baru mencakup wilayah Jawa-Madura dan berkutat di antara kelompok elite Jawa. Aktivisnya adalah ambtenar yang cenderung menunjukkan sikap yang lebih propemerintah Kolonial dibanding memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia. Tidak mengherankan bila umur organisasi sosial ini tidak seawet organisasi sosial sezaman lainnya.&lt;br /&gt;BO bubar pada tahun 1935 dan kita menggarisbawahi nasionalisme atau kebangsaan yang diperjuangkannya. Kita memang kerap mengusung sebuah nasionalisme atau kebangsaan. Namun, nilai-nilai kebangsaan yang diperjuangkan tersebut, kadang berupa kebangsaan sesaat dan hanya untuk kelompoknya sendiri. Sehingga tidak heran bila BO kurang mendapat respons dari masyarakat.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah refleksi, pada masa sekarang pun tidak sedikit parpol yang mengatasnamakan diri sebagai partai politik peduli rakyat Indonesia atau mengatasnamakan partai nasional. Kendati mengusung dan menjual nama rakyat, mereka lebih cenderung menjadikan rakyat sebagai sekadar alat perjuangan untuk meraih kepentingan politik dan kepentingan ekonominya sendiri. Konsep "ekonomi kerakyatan" hanya barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan politik dan ekonomi bagi diri dan kelompoknya. Inilah realitas nasionalisme sesaat, nasionalisme pragmatis, atau nasionalisme kaum ambtenar seperti yang pernah ditunjukkan sejumlah aktivias BO.&lt;br /&gt;Bila kondisi ini dibiarkan, akan memperburuk derajat dan martabat bangsa Indonesia. Bukannya bertambah terhormat, Indonesia malah akan menjadi objek kepentingan politik masyarakat dunia. Indonesia bukan hancur oleh serangan dari luar, namun lebih disebabkan pengeroposan dari dalam. Perilaku elite tersebut mirip virus yang melumpuhkan "kekebalan tubuh nasionalisme" Indonesia. Secara perlahan, Indonesia semakin lemah dan lunglai akibat virus perilaku politik kalangan elite yang kurang mencerminkan kepentingan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;Tak heran, kalau banyak bangsa yang kemudian kurang menghormati Indonesia. Contoh nyata adalah dalam kasus tudingan politik Ramos Horta yang menuduh Republik Indonesia (media massa) terlibat dalam kasus kudeta di Timor Leste. Sebelumnya, klaim Malaysia terhadap budaya dan pulau, sikap Amerika Serikat dengan NAMRU 2, dan kasus-kasus lainnya.&lt;br /&gt;Bagi kelompok kritis, perilaku negara-negara asing tersebut merupakan bagian dari gerakan politik yang merongrong kedaulatan dan martabat bangsa Indonesia. Banyak pihak yang melakukan kritik keras terhadap perilaku negara asing tersebut. Namun sayangnya, respons dari kalangan elite Indonesia tidak seperti yang diharapkan publik. Pemerintah cenderung bersikap lemah terhadap negara lain.&lt;br /&gt;Terkait itu, ada kebutuhan mendesak bagi bangsa Indonesia saat ini untuk mereformasi kembali semangat nasionalisme. Kita bangsa Indonesia perlu menata ulang, menumbuhkan kembali spirit nasionalisme yang selaras dengan kepentingan bangsa Indonesia saat ini dan masa depan. Kebutuhan ini bukan karena kita melihat melemahnya semangat nasionalisme di kalangan muda saat ini, namun lebih karena kita melihat kemandegan pemikiran kebangsaan yang diluncurkan oleh pemimpin bangsa saat ini. Bangsa Indonesia butuh semangat nasionalisme baru untuk menjaga kelangsungan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).&lt;br /&gt;Dalam rangka merumuskan nasionalisme bangsa yang baru ini, ada sejumlah agenda nasional yang harus dijadikan lawan oleh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Pertama, kenyataan dan telah menjadi fakta nasional bahwa musuh besar Indonesia saat ini adalah kejahatan kerah putih yang terhimpun dalam bentuk KKN. Praktik KKN tidak jauh berbeda, bahkan lebih kejam dari imperialisme dan kolonialisme Belanda dan Jepang. Praktik KKN adalah musuh dalam selimut, dan serigala berbulu domba. Terhadap musuh ini, perlu ada kesepahaman nyata dan satu untuk tetap dijadikannya sebagai musuh nasional.&lt;br /&gt;Kedua, kondisi sosial ekonomi rakyat Indonesia yang perlu dijadikan landasan paradigmatis perjuangan bangsa Indonesia saat ini. Berbagai hal yang terkait dengan masalah kemiskinan, kebodohan, dan rendahnya kualitas kesehatan, merupakan tantangan bangsa Indonesia saat ini dan masa depan. Kita perlu bersatu untuk maju dan bangkit dari keterpurukan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Ketiga, perlu adanya satu rasa-satu jiwa dalam memahami krisis nasional. Kelemahan bangsa kita saat ini adalah tidak ada pemahaman yang utuh terhadap berbagai hal yang akan dihapuskan dari bangsa Indonesia. Mendefinisikan tindak pidana korupsi saja, elite politik dan penegak hukum Indonesia masih mengalami kesulitan. Sehingga tidak aneh bila kemudian berbagai kebijakan negara tidak mendapat dukungan maksimal dari rakyatnya.&lt;br /&gt;Di bawah kendali pimpinan Presiden Soeharto, Indonesia maju dan bergerak menunju tatanan bangsa yang berdaulat. Di luar kontroversi terhadap berbagai kebijakannya, pendekatan pendidikan politik Orde Baru selama 32 tahun lalu telah mampu memberikan dampak nyata terhadap terpeliharanya NKRI. Sayangnya kesadaran berbangsa dan bernegara ini tidak meresap ke dalam sanubari bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai nasionalisme itu seolah-olah dangkal, kering, dan verbalis.&lt;br /&gt;Sementara itu, saat ini, alih-alih merasa bebas untuk memaknai nilai-nilai kebangsaan, malah lahir risiko besar bagi masa depan Indonesia. Ancaman disintegrasi dan atau tanpa arah menjadi bagian dari kondisi bangsa. Hal ini terjadi, bukan saja, karena kita salah arah, namun karena kita sudah salah urus dan salah paham terhadap nilai kebangsaan kita saat ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-8756842308437675183?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/8756842308437675183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=8756842308437675183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8756842308437675183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8756842308437675183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/merefleksi-kebangkitan.html' title='MEREFLEKSI KEBANGKITAN'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-8717264847019617776</id><published>2008-05-15T08:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T09:01:38.358-07:00</updated><title type='text'>PEMUDA,GENERASI "BINGUNG"</title><content type='html'>Ciptakan Indonesian Dream di Kalangan Pemuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEJALAN kaki melintas di depan coretan gambar yang mengotori dinding bangunan di Jln. Tamblong Kota Bandung, Rabu (14/5). Banyaknya dinding kota yang dikotori anak-anak muda yang ingin mendapatkan "pengakuan", memperlihatkan kondisi yang terjadi saat ini di mana anak-anak Indonesia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan atau apa yang hendak dicapai. Mereka seperti generasi yang kebingungan.* ADE BAYU INDRA&lt;br /&gt; Nasionalisme hanya kendaraan yang kita pakai saat ini, untuk memerdekakan diri.&lt;br /&gt;Begitulah penggalan pernyataan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) mengenai arti nasionalisme. Pada saat itu, ia berjuang untuk memerdekakan bangsa ini dengan konsep yang ganjil mengenai nasionalisme.&lt;br /&gt;Franz Magnis Suseno, Guru Besar Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara menegaskan bahwa kebangsaan Indonesia bukan fakta alami. Rakyat dari Sabang sampai Merauke tumbuh menjadi satu bangsa karena memiliki kesamaan pengalaman dalam penjajahan. Persamaan tersebut mendorong tekad untuk bersama-sama mengusir penjajah dan juga membangun negara yang sejahtera dan adil. "Yang secara alami dimiliki negara ini adalah pluralitas dan perbedaan-perbedaan," ujarnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurutnya nasionalisme Indonesia bersifat etis dan humanis bukan kedaerahan (chauvinis). Sebab, dasar dari nasionalisme Indonesia bukanlah kesatuan bahasa dan budaya, seperti bangsa Polandia atau Korea, melainkan karena tekad untuk hidup merdeka. "Yang berarti, setiap warga bangsa dapat hidup sesuai dengan cita-citanya, identitas kultural dan agamanya, dengan gaya hidup serta adatnya," tutur Franz menjelaskan.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, karena nasionalisme Indonesia bersifat etis dan humanis maka rasa kebangsaan tersebut perlu terus-menerus diemong dan dipelihara baik-baik. "Karena rasa itu bisa sedikit demi sedikit menghilang," ucapnya.&lt;br /&gt;"Indonesian Dream"&lt;br /&gt;Iip Dzukifli, peneliti dan penulis buku Oto Iskandar Di Nata, menjelaskan bahwa nasionalisme bangsa Indonesia merupakan sesuatu hal yang belum selesai karena ada diskontinuitas perjuangan dari sebelum merdeka dan setelah merdeka.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, saat ini belum ada konteks yang jelas mengenai arti nasionalisme itu sendiri sehingga yang terjadi saat ini anak-anak Indonesia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan atau apa yang hendak ia dicapai. Mereka seperti generasi yang kebingungan. "Karena itulah realitas yang ada sekarang. Kita selalu bertengkar entah untuk alasan apa," tuturnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ia mengungkapkan, jika nasionalisme dikatakan sebagai mimpi bersama seluruh suku-suku yang ada maka nasionalisme Indonesia harus dibangun pada pemahaman sejarah dan budaya lokal hingga setiap orang memahami kebudayaan dengan baik. "Tugas kita sebagai orang Sunda harus mendalami kesundaan itu. Jika kita memahami budaya Sunda dengan baik maka kita akan memahami Indonesia dengan baik juga," ujarnya.&lt;br /&gt;Selain itu, Iip mengatakan, sampai saat ini Indonesia belum memiliki mimpi bersama seluruh komponen bangsa ini atau yang bisa disebut sebagai Indonesian Dream. Hingga yang terjadi timbul kebingungan-kebingungan di generasi muda Indonesia. "Saya anak Indonesia tapi saya tidak tahu mau melakukan apa dan untuk apa," ucapnya mencontohkan.&lt;br /&gt;Dengan adanya momen 100 Tahun Kebangkitan Nasional ia mengatakan jika negara ini belum memiliki Indonesian Dream maka sudah seharusnya setiap elemen masyarakat melakukan sesuatu. Salah satunya dengan menyepakati bersama apa yang hendak dicapai dan dilakukan bangsa ini. "Tujuannya agar setiap anak Indonesia memiliki target di dalam hidupnya," ujar Iip.&lt;br /&gt;Ia mengatakan hal ini bisa dilakukan dengan membangunnya dari masing-masing individu. Secara sederhana setiap anak mencoba melacak orang-orang di keluarganya yang dianggap pahlawan atau dianggap ideal.&lt;br /&gt;Kemudian si anak mencari tahu apa kelebihan dari orang tersebut dan mencoba memahami apa yang menjadi tujuan dari orang yang dimaksudkan. Walaupun akan menemukan orang yang berbeda-beda, pada akhirnya setiap anak akan sampai pada kesadaran yang sama mengenai untuk apakah negara ini ada. "Sehingga anak Indonesia memiliki hal yang ingin ia raih dan miliki dalam hidup, apa yang dikejar, dan pengabdian seperti apa yang bisa diberikan untuk negara," ujarnya.&lt;br /&gt;Tantangan&lt;br /&gt;Setelah 100 Tahun Kebangkitan Nasional, Franz mengatakan, nasionalisme bangsa ini ditantang oleh beberapa hal yaitu globalisasi, kepicikan daerah, konsumentisme hedonistik, dan eksklusivisme keagamaan, yang apabila tidak dijawab secara tepat dapat tumbuh menjadi masalah yang harus dihadapi. Perkembangan globalisasi terutama dalam bidang lalu lintas, komunikasi berjarak, dan ekonomi tak bisa kita hindari. Satu sama lain dari masyarakat dunia saling bergantung. Apa yang terjadi di suatu negara, akan turut memengaruhi keadaan negara lainnya.&lt;br /&gt;Kepicikan perasaan kedaerahan pun turut menantang nasionalisme. Otonomi daerah pada saat sekarang merangsang para putra dan putri daerah untuk menguasai semua tempat yang menghasilkan. "Hanya, yang menjadi masalah adalah saat penguasaan tempat tersebut bukan untuk memajukan daerah melainkan untuk kepentingan pribadi," kata Franz.&lt;br /&gt;Selain itu, ia mengatakan, kepicikan tersebut dapat menimbulkan diskriminasi terhadap warga pendatang, warga yang bukan putra putri daerah. "Pembedaan tersebut dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini. Oleh karena itu, kepicikan perasaan kedaerahan ini harus bisa diatasi," ucapnya.&lt;br /&gt;Namun, selain kedua tantangan tersebut, Franz mengatakan budaya konsumsi hedonis juga melanda bangsa ini. Orang-orang membeli sesuatu bukan karena ia membutuhkannya namun karena ia suka. Saat sekarang, orang menganggap belanja sebagai suatu bentuk rekreasi dan terus berkembang pada keinginan akan barang-barang mahal tanpa dapat ditahan. "Fokus konsumsi ini berbahaya bagi kehidupan sosial masyarakat," ujarnya.&lt;br /&gt;Tantangan terakhir adalah mengenai eksklusivisme keagamaan, yaitu gerakan-gerakan yang hendak memaksakan paham mereka mengenai suatu agama (mereka) kepada masyarakat. Hal ini dapat menjadi ancaman karena adanya pemaksaan keseragaman agama terhadap masyarakat yang sejak awal majemuk dan berbeda-beda. Esklusivisme tidak bersedia mengakui kekhasan adat, kebiasaan, budaya, dan pola keagamaan setiap komponen. "Dikhawatirkan hal ini dapat mengancam kebebasan setiap orang untuk mengikuti suara hati," tuturnya menjelaskan.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ign. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan mengatakan bahwa pada saat sekarang warga negara ini mengalami suatu kebingungan. Setiap orang dipaksa mengandalkan dirinya sendiri untuk menilai sesuatu. Sementara disisi lain, ia tidak memiliki pedoman pribadi untuk menilai. "Sehingga yang terjadi, timbullah individu-individu tanpa kepribadian yang beretos kerja rendah," ujarnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Bambang mengatakan, dengan adanya momen 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini agar seluruh warga Indonesia belajar mandiri, berani berpikir kritis dan membentuk diri sendiri sehingga akan lahir individu -individu yang matang, lebih kreatif, dan kritis pola pikirnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-8717264847019617776?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/8717264847019617776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=8717264847019617776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8717264847019617776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8717264847019617776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/pemudagenerasi-bingung.html' title='PEMUDA,GENERASI &quot;BINGUNG&quot;'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-1000308037876255249</id><published>2008-05-15T08:49:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T08:50:57.356-07:00</updated><title type='text'>LANGKANYA PEMIMPIN KESATRIA</title><content type='html'>Sikap kesatria seorang pemimpin terukur oleh sejauh mana ia rela mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kepentingan hamparan luas warga dan rakyat. Sikap kesatria itu juga terukur oleh sejauh mana ia memikirkan dan menomorsatukan kepentingan hamparan luas warga dan rakyat melampaui kepentingan diri sendiri.&lt;br /&gt;Pemimpin kesatria kini makin langka. Pemimpin di negeri ini sekarang tidak segan-segan mengutamakan kepentingan sendiri, tanpa rasa risi. Ia bahkan dapat melakukan semua itu dengan dalih mempertahankan atau membela kebenaran. Oleh karena itu, di negeri ini sekarang tidak jarang terjadi perpecahan partai politik atau organisasi yang kemudian melahirkan kepengurusan ganda, memunculkan kepengurusan tandingan, dan sebagainya--ini tentu sedemikian absurd.&lt;br /&gt;Tidakkah disadari betapa di balik semua pernyataan tentang keabsahan tiap-tiap kepengurusan yang berseteru dalam satu kapal itu bersarang kepentingan masing-masing pemimpin? Absurditas kepengurusan ganda dan kepengurusan tandingan mengkristal dalam pengutamaan kepentingan sang pemimpin melampaui kepentingan warga dan rakyat luas.&lt;br /&gt;Perseteruan antarpemimpin hanyalah bukti nyata kegetolan masing-masing pemimpin untuk lebih memperjuangkan kepentingan diri sendiri ketimbang kepentingan warga dan rakyat. Absurditas itu kian mencolok karena perilaku absurd itu dilakukan tanpa rasa bersalah, tanpa rasa risi, bahkan tidak jarang perilaku itu dilengkapi dengan tindakan gugat-menggugat di pengadilan, seolah mereka mau memeragakan perilaku taat hukum dalam tatanan demokrasi.&lt;br /&gt;Kita pernah memiliki beberapa pemimpin kesatria, yang jelas benar mengutamakan kepentingan seluruh bangsa ketimbang kepentingan diri sendiri. Setidaknya ada dua contoh monumental. Pertama adalah Bung Hatta dan kedua adalah Bung Karno. Ketika Bung Hatta menjabat wakil presiden mendampingi Bung Karno yang waktu itu menjabat Presiden Republik Indonesia, terjadi ketidakcocokan antara kedua pemimpin itu.&lt;br /&gt;Khalayak luas boleh berpendapat sendiri-sendiri tentang siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perseteruan antara kedua pemimpin itu. Di tengah perguliran perjalanan ketidakcocokan antara kedua pemimpin itu, kita menyaksikan sikap kesatria Bung Hatta. Demi kesatuan bangsa Indonesia, Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden dan menanggung seluruh perseteruannya dengan Bung Karno seorang diri.&lt;br /&gt;Kendatipun Bung Hatta memiliki banyak pendukung dan simpatisan, ia tidak mengajak dan melibatkan hamparan warga Indonesia untuk mendukung dirinya berseteru dengan Bung Karno. Bung Hatta kembali menjadi warga biasa di tengah rakyat, mempersilakan Bung Karno memimpin negeri ini, dan tetap menjaga serta memelihara hubungan pribadi yang baik dengan Bung Karno, serta tetap menghormati Bung Karno sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Bung Karno pun telah membuktikan diri sebagai pemimpin kesatria yang pernah dimiliki bangsa ini. Di tengah konflik antarkekuatan politik dan militer di tahun 1965 dan seterusnya, Bung Karno memilih menanggung segala kekerasan politis, psikologis, bahkan fisik yang menimpa dirinya seorang diri. Dia lebih mencintai kehidupan seluruh bangsa Indonesia daripada dirinya sendiri. Sebagai pemimpin karismatik, tentu Bung Karno memiliki kemampuan untuk menggerakkan massa yang mendukung atau bersimpati kepadanya untuk melawan kekuatan politik dan militer yang mengimpitnya.&lt;br /&gt;Namun, Bung Karno benar-benar lebih memilih menanggung segala kekerasan yang menimpanya seorang diri, bahkan sampai dia wafat dalam kesendirian yang sangat sepi. Bung Karno adalah pemimpin kesatria. Dia tidak ingin mengorbankan kesatuan bangsa Indonesia hanya untuk ambisi pribadi. Dia tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah karena sebagian dari hamparan rakyat Indonesia yang mendukung dan bersimpati kepadanya berhadap-hadapan dengan sebagian dari hamparan rakyat Indonesia yang melawannya.&lt;br /&gt;Kini bangsa ini hidup di tengah realitas makin langkanya pemimpin kesatria. Langkanya pemimpin kesatria tidak hanya dirasakan pada perspektif kepemimpinan bangsa dan negara. Hal itu bahkan juga terasakan pada tingkat-tingkat kepemimpinan yang lebih rendah, bahkan sampai yang paling rendah. Salah satu manifestasi ironis dari makin langkanya pemimpin kesatria di negeri ini adalah lambannya kaderisasi pengajar di perguruan tinggi-perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Banyak guru besar dan pengajar senior yang kurang rajin melakukan kaderisasi dalam rangka melahirkan guru-guru besar baru dan pengajar-pengajar baru yang lebih muda dan lebih bermutu. Padahal, pemangku kepentingan utama perguruan tinggi, yaitu hamparan mahasiswa-mahasiswi, sangat memerlukan pendidikan dan pelatihan yang makin bermutu, yang tidak mungkin diejawantahkan hanya oleh mereka yang kinerja serta kualitas akademik, riset, dan hubungan internasionalnya tidak bertumbuh kembang lagi.&lt;br /&gt;Ada dua faktor psikoindividual yang keberadaannya diperlukan untuk kemunculan pemimpin kesatria. Pertama, rasa percaya diri yang matang dan mantap, yang telah bertumbuh kembang karena seorang pemimpin memang selama masa kehidupannya sebagai pemimpin telah terus-menerus menumbuhkembangkan kinerja dan kualitasnya sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Kedua, keberhasilan mentransendensi (mengatasi dan melampaui) daya tarik uang dan kekuasaan, yang terjadi karena sang pemimpin dapat menghayati dan memaknai uang dan kekuasaan sebagai peranti-peranti yang dipinjamkan oleh khalayak luas pemangku kepentingan (rakyat, bangsa, mahasiswa, dan sebagainya) untuk menumbuhkembangkan kesejahteraan para pemangku kepentingan itu. Hal ini pun dapat terjadi hanya jika sang pemimpin selama dirinya menjabat pemimpin terus-menerus menumbuhkembangkan kinerja dan kualitasnya sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Semoga para pemimpin yang akan terpilih melalui pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden serta wakil presiden 2009 adalah pemimpin-pemimpin kesatria, bukan hanya pribadi-pribadi yang mau menggunakan kekuasaan dan uang untuk kepentingan diri sendiri. Rakyat perlu jeli, hati-hati, penuh pertimbangan, rasional, dan sudi serta cermat meneliti bukti-bukti objektif dalam membuat pilihan.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-1000308037876255249?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/1000308037876255249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=1000308037876255249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1000308037876255249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1000308037876255249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/langkanya-pemimpin-kesatria.html' title='LANGKANYA PEMIMPIN KESATRIA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-3290786454363233384</id><published>2008-05-07T04:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T04:56:40.941-07:00</updated><title type='text'>KENAIKAN HARGA BBM &amp; RAKYAT</title><content type='html'>PENYESUAIAN harga BBM akan berdampak besar bagi rakyat. Terlebih pemerintah belum mengambil langkah lain dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh level 120 dolar AS per barel. Kondisi tersebut, tentunya akan menambah beban APBN 2008.&lt;br /&gt;Untuk meminimalisasi tekanan terhadap APBN pemerintah tampaknya perlu menjadwal ulang pembayaran utang termasuk di bank rekap yang sama sekali belum disentuh.&lt;br /&gt;Perkara kenaikan BBM, DPR sendiri telah memberi isyarat dan bisa mengizinkan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi jika patokan Indonesia crude price (ICP) di atas USD 100 per barel atau kuota BBM bersubsidi di atas 37 juta kiloliter. Tentunya, isyarat tersebut sebagai langkah untuk mengamankan pelaksanaan APBN.&lt;br /&gt;Sementara itu, Depkeu telah membuat kajian atas beberapa opsi untuk menyelamatkan APBN-Perubahan 2008 yang memiliki tingkat kepercayaan menurun dari pasar, di mana salah satunya adalah penyesuaian harga BBM bersubsidi sebesar 28,7% pada Juni 2008. Sebagai asumsi, harga BBM jenis premium akan naik dari Rp 4.500,00 menjadi Rp 6.000,00 per liter, solar dari Rp 4.300,00 menjadi Rp 5.500,00 per liter, dan minyak tanah dari Rp 2.000,00 menjadi Rp 2.300,00 per liter.&lt;br /&gt;Melihat kecenderungan harga minyak yang terus bergolak, hendaknya pemerintah bisa mengupayakan langkah untuk menghindari kenaikan harga BBM yang disubsidi melalui berbagai cara. Namun, bila penyesuaian harga dijadikan opsi terakhir, harus ada upaya lain. Caranya dengan meminimalisasi dampaknya atau pemerintah harus bisa mencapai target produksi dan lifting minyak yang sangat memengaruhi sisi penerimaan APBN. Masalahnya, bila subsidi membengkak dan sisi penerimaan tidak tercapai dari lifting, akan timbul dampak ekonomi makro yang sangat serius.&lt;br /&gt;Langkah lain yang bisa diambil pemerintah yakni menetapkan kebijakan pengendalian volume BBM bersubsidi, kebijakan harga BBM bersubsidi, dan kebijakan fiskal lain yang terkait dan juga memfokuskan penghematan subsidi BBM. Sebab, ketahanan APBN menjadi taruhan manajemen ekonomi makro Indonesia, yang bukan mustahil akan ada rekor lagi yaitu perubahan APBN lebih dari satu kali dalam satu tahun anggaran.&lt;br /&gt;Antisipasi pemerintah dalam menghadapi gejolak tersebut sebenarnya sudah tepat dilakukan di saat fluktuasi harga minyak bumi dunia muncul dan pemerintah segera memperhitungkan angka rata-rata harga dalam ABPN dengan jangka waktu panjang. Apabila melihat struktur APBN 2008, sebenarnya sangat terbatas ruang gerak pemerintah dalam menangkal kondisi yang di luar perkiraan. Paling-paling dengan menaikkan sisi penerimaan atau menurunkan sisi pengeluaran. Meski peningkatan penerimaan rasanya kurang kurang realistis dalam kondisi perekonomian seperti saat ini. Peningkatan sektor pajak dan bea cukai, misalnya, akan sangat terbatas apabila pertumbuhan ekonominya berada pada kisaran 5-6%. Intensifikasi pajak berikut perbaikan administrasi mungkin bisa meningkatkan penerimaan tetapi tidak akan terlalu banyak apabila tidak diiringi.&lt;br /&gt;Kebijakan pendalaman sektor keuangan (financial deepening) dalam mengantisipasi potensi gejolak ekonomi dalam negeri menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan pemerintah. Dalam hal ini, peran Bank Indonesia (BI) merealisasikan melalui penyusunan landasan hukum dalam pengambilan keputusan moneter, perbankan, dan fiskal. Mungkin, salah satunya dengan membentuk crisis management protocol (CMP) yang berfungsi memengaruhi berbagai kebijakan yang akan diambil otoritas moneter dan fiskal jika terjadi krisis.&lt;br /&gt;Sebetulnya, meski secara resmi BBM bersubsidi belum dinaikkan, secara tidak langsung rakyat sudah merasakan imbasnya berupa kenaikan harga kebutuhan pokok yang disebabkan naiknya harga BBM industri. Oleh karena itu, pemerintah perlu diingatkan agar dalam membuat keputusan jangan hanya mengutamakan kepentingan politis. Namun harus mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;Untuk jangka panjang pemerintah seharusnya mempercepat realisasi penggunaan energi alternatif, pengganti BBM. Tujuannya untuk menutupi volume lifting minyak dalam negeri dan memperkecil kemungkinan langkanya BBM. Dalam konteks ini, yang dihadapi pemerintah tidak saja fluktuasi harga minyak mentah dunia, tetapi juga keadaan sosial-ekonomi masyarakat. Dengan demikian, tidak seharusnya pemerintah menjadikan rakyat sebagai objek untuk penyelesaian masalah ini.&lt;br /&gt;Dari sisi kekhawatiran meningkatnya inflasi akibat pengaruh penyesuaian tersebut justru timbul dari meningkatnya harga barang-barang kebutuhan pokok. Boleh jadi kenaikan harga minyak di pasaran internasional memberi tekanan yang kuat pada peningkatan harga jual barang-barang impor dalam negeri sehingga memicu tingginya inflasi di Indonesia.&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, laju inflasi selama bulan April 2008 mencapai 0,57%, dan jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM, hal tersebut akan ada tambahan inflasi lebih dari 0,75% dengan asumsi kenaikan BBM sebesar 20%. Angka inflasi ini lebih rendah dari Maret 2008 yang mencapai 0,95%. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2008) mencapai 4,01% dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 8,96%.&lt;br /&gt;Walaupun, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai bahwa Indonesia masih aman dan tahan dari guncangan krisis finansial global. Konkretnya, kreditor multilateral itu memprediksi, tahun ini pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 6,1%. Optimisme tersebut muncul karena IMF melihat permintaan domestik masih tinggi dan itulah yang membedakan Indonesia dari sejumlah negara Asia lainnya. IMF melihat itu sebagai situasi moneter yang umum terjadi di negara-negara lain di dunia. Agar momentum ini bisa terjaga, IMF memberi resep kebijakan moneter ketat melalui peningkatan suku bunga.&lt;br /&gt;Terlepas dari analisis optimistis tersebut, yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh mana pemerintah bisa percaya diri dengan sejumlah target makroekonomi yang diasumsikan.&lt;br /&gt;Sekarang ini tinggal menunggu Inpres pembatasan konsumsi BBM dan energi yang akan segera dikeluarkan pemerintah sebagai respons kenaikan harga minyak mentah dunia. Meski tidak ada kebijakan yang tidak berisiko, mungkin hal itu yang harus diambil pemerintah walau terasa pahit bagi masyarakat.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-3290786454363233384?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/3290786454363233384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=3290786454363233384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3290786454363233384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3290786454363233384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/kenaikan-harga-bbm-rakyat.html' title='KENAIKAN HARGA BBM &amp; RAKYAT'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-8790585858391303254</id><published>2008-05-05T05:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T05:37:00.919-07:00</updated><title type='text'>MEDITASI POLITIK</title><content type='html'>Euforia politik ternyata banyak menimbulkan patologi berpolitik. Friksi dan konflik politik tidak hanya berbenturan di tingkat elite, melainkan telah merasuk sampai ruas kultur akar rumput. Dan terlepas dari faktor-faktor kekalahan atau kekecewaan dalam pesta demokrasi-politik, baik eksternal maupun internal, tawuran politik mereka telah mengikis nilai-nilai harmoni kehidupan bermasyarakat seutuhnya.&lt;br /&gt;Euforia tidak menambah pelaku politik lebih cerdas dan sehat. Perpecahan di tubuh partai politik belakangan lebih banyak dilatari oleh perebutan jatah pragmatisme kekuasaan dari pada nalar politik yang paradigmatik. Mentalitas politisi banyak yang rusak. Bukan saja tidak aspiratif, melainkan juga semakin koruptif.&lt;br /&gt;Bahkan tak sedikit politisi yang menjadikan dunia politik sebagai "profesi" hidup. Dan bukan soal kalau mereka memang tidak begitu peduli dengan nalar moral dalam praksisnya. Sebab eksistensi mereka bukan dibangun di atas kecerdasan atau integrasi politiknya, melainkan seberapa dekat dengan elite struktur partai yang bisa menggaransi nomor urut ideal dalam setiap pesta politik digelar.&lt;br /&gt;Alhasil, cukup banyak politisi yang tidak bisa membawa dirinya di hadapan publik. Mereka kurang kreatif dalam berpolitik, lemah inisiasi, dan visinya kusut. Akibatnya, mereka abai terhadap janji-janji populisnya saat kampanye. Mereka mulai elitis dan utopis ketika bicara masalah kemaslahatan publik. Modal mereka hanya cukup berwacana di media, namun tak maksimal bekerja di pelataran sosial masyarakat.&lt;br /&gt;Meditasi&lt;br /&gt;Demi terwujudnya kultur politik yang lebih produktif dan mencerahkan, otokritik menjadi kebutuhan mendesak di kalangan politisi. Dan otokritik akan maksimal kalau para politisi berbenah dengan meditasi yang sempurna.&lt;br /&gt;Meditasi sering kali diartikan sebagai proses menenangkan diri. Dalam masyarakat awam, meditasi tak jarang diidentikkan dengan pola bertapa. Hijrah untuk menyepi atau mengasingkan diri dari keramaian.&lt;br /&gt;Meditasi merupakan sebuah proses lunak untuk meningkatkan kualitas spiritual. Dengan meditasi setiap manusia bisa menyelami sublimasi yang ada dalam dirinya. Bahkan dengan meditasi, penginderaan manusia akan lebih tajam, lebih jernih, dan juga lebih murni. Dan hanya lewat meditasi manusia akan menemukan sisi terdalam dari kemanusiaanya yang mulai acak. Terlebih bagi manusia politik yang memang tak henti-hentinya dihadapkan pada konflik dan friksi bercampur kepentingan.&lt;br /&gt;Dalam ajaran Buddha, seorang yang ingin melakukan meditasi harus memiliki keteguhan hati. Meditasi bukan semata untuk memperoleh kekuatan batin, melainkan demi menyirami dan membubuhi sifat-sifat mulia dari kedalaman kemanusiaan kita. Sebab meditasi adalah upaya membersihkan batin dari berbagai bercak dan kotoran seperti dendam, marah, sikap tidak rela melihat realitas, dan sebagainya. Melalui meditasi, batin yang gelap akan terang, pikiran yang kusut akan bening kembali.&lt;br /&gt;Dan meditasi politik diperlukan agar pelaku politik lebih jujur kepada dirinya, lebih terbuka pada komitmen kebenaran demi terciptanya kesejahteraan bagi rakyatnya. Dengan meditasi politik, para pelaku politik bukan hanya akan meraba aspek rasionalitas politik, akan tetapi akan masuk seutuhnya ke dalam spiritualitas politik itu sendiri. Bahkan dengan meditasi yang baik, para politisi diharapkan tidak lagi pandai berkonflik dan bergulat demi pragmatisme kekuasaan semata, melainkan benar-benar mampu menguasai diri dan bekerja atas dasar darma bagi rakyat.&lt;br /&gt;Menguasai diri&lt;br /&gt;Di dunia ini, kata Mahatma Gandhi, hanya ada satu kekuatan, satu jenis kemerdekaan, dan satu bentuk keadilan, yaitu kuasa untuk mengendalikan diri. Siapa yang mampu menguasai dirinya, ungkap Gandhi, akan dengan mudah menguasai dunia.&lt;br /&gt;Menata dan membawa diri dalam seluruh lirik kehidupan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di samping ketulusan dalam memaknai segala realitas, ketajaman akal budi menjadi taruhannya. Sebab, dalam setiap diri manusia, potensi baik dan buruk senantiasa berkejaran dengan kualitasnya masing-masing. Kalau potensi baik yang tumbuh maksimal, eksistensi manusia akan mirip malaikat. Akan tetapi, jika potensi buruk yang dikembangkan, pelan tapi pasti setiap diri manusia itu akan mirip setan dan melebihi iblis.&lt;br /&gt;Setiap manusia yang bisa menguasai dan membawa diri, meminjam bahasa kaum kebatinan, akan menjadi pribadi yang kuat, "kebal", dan tangguh. Ia tidak akan goyah dengan berbagai isu atau pragmatisme kehidupan. Manusia seperti itu akan memaksimalkan amanahnya sebagai khalifah Tuhan di muka bumi. Dan ia akan selalu positif menghadapi realitas kehidupan.&lt;br /&gt;Kalau meditasi politik dilakukan dengan baik, para politisi itu akan tulus mengevaluasi kerja-kerja politiknya. Mereka akan mengakui berbagai kesalahan dan ketidakjujuran yang telah membuat masa depan sosial konstituen tercabik-cabik. Termasuk friksi dan konflik politiknya yang telah menodai amanah rakyat.&lt;br /&gt;Hanya bisa menciptakan konflik dalam berpolitik, berarti tidak paham politik. Politik untuk konflik bukan politik, melainkan sirkus egoisme yang kehilangan arah. Konflik dalam politik bukan untuk membelah aspirasi dan idealisme politik. Sejatinya, konflik itu mempertajam analisa dan paradigma berpolitik. Tanpa konflik politik memang tidak akan dinamis. Akan tetapi, overkonflik, terlebih yang tidak sehat, hanya akan membunuh berbagai karakter ideal dalam politik. Itulah yang tidak diharapkan oleh rakyat.&lt;br /&gt;Hanya dengan membaca dan menguasai diri melalui meditasi politik secara khidmat, politisi akan sadar dan mengenal medan kerjanya dengan produktif. Ia akan senantiasa menempatkan penderitaan rakyat di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Ia akan komitmen memenuhi janji dan misi politiknya di hadapan publik. Sekali ia berbuat culas dan tidak jujur, ia akan menghukum dan meng-audit dirinya sendiri sebelum dihukum dan diaudit orang lain. Bahkan, ia tidak akan tergesa-gesa menafsir atau menilai perilaku politik dari aliran ideologi yang berbeda.&lt;br /&gt;Dan meditasi politik bukan euforia. Ia adalah ritual pertobatan politik yang harus dilakukan setiap politisi. Sebab, Tuhan tidak akan memberikan pengampunan atas dosa kemanusian mereka sebelum mendapatkan pengampunan dari sesamanya. Artinya, audit Tuhan terhadap perilaku buruk politisi akan berlangsung setelah audit publik (konstituen) dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-8790585858391303254?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/8790585858391303254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=8790585858391303254' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8790585858391303254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8790585858391303254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/meditasi-politik.html' title='MEDITASI POLITIK'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7920139928386545382</id><published>2008-05-05T05:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T05:30:36.118-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN MELAWAN LUPA</title><content type='html'>Oleh Radea Juli A. Hambali&lt;br /&gt;Sebagai sebuah bangsa dengan cita-cita besar, kita memimpikan banyak hal terjadi di republik ini. Hadirnya kemakmuran, pendidikan yang merata, pemerintahan yang bersih dan berwibawa, terciptanya keadilan, menipisnya persentase kemiskinan, dan seterusnya. Lantas digelarlah pemilu, termasuk juga pilkada. Sang pemimpin kemudian hadir dan sejumlah program disiapkan. Selesaikah urusannya?&lt;br /&gt;Sang pemimpin memang datang dan pergi. Akan tetapi, kehadirannya tak pernah persis sebangun dengan yang rakyat mimpikan. Kehidupan rakyat tetap saja merana karena pemimpin dan juga negara seolah-olah menjadi sosok yang asing dan sibuk dengan urusannya sendiri. Janji manis beserta bujuk rayu yang diobral di arena konsolidasi dan diteriakkan di mimbar-mimbar kampanye, hilang begitu saja dan menguap menjadi sekadar dusta. Benarlah apa yang dikatakan Nietzsche, "Negara adalah monster yang terdingin hatinya dan dengan dingin pula ia berdusta."&lt;br /&gt;Dusta adalah mekanisme pelupaan yang dibuat sedemikian rupa atau disebut juga sebagai "penyangkalan terstruktur". Menurut Stanley Cohen (2001), ada sepuluh model penyangkalan terstruktur (State-organized Denial) yang bisa dilakukan oleh negara. Dua di antaranya adalah metode mengulur-ngulur waktu dan meminta masyarakat untuk melupakan sejumlah tragedi yang pernah terjadi. Mengorek luka lama adalah pekerjaan yang sia-sia sebab ia hanya akan mengebalikan rasa sakit dan penderitaan, demikian apologinya.&lt;br /&gt;Dusta atau lupa yang disengaja itu memang tak biasa dibiarkan, terlebih jika ia dilakukan oleh seorang pemimpin, juga oleh negara. Sengaja melupakan ataupun tindakan mengubur ingatan adalah kejahatan, demikian menurut Haryatmoko dalam bukunya Etika Politik dan Kekuasaan (2003). Pada titik ini, peran masyarakat menjadi penting, ia berkewajiban untuk mengingatkan dan memperjuangkan terpenuhinya janji-janji yang pernah diucapkan. Benarlah apa yang dikatakan oleh Milan Kundera dalam novel kontrovesialnya The Book of Laughter and Forgetting bahwa "perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa".&lt;br /&gt;Ingatan&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa bangsa kita ini agak bermasalah dalam hal ingatan. Memori kolektif kita tak cukup kuat untuk merekam dan menyimpan lama-lama suatu ingatan tentang peristiwa yang pernah terjadi. Hilir mudiknya berbagai peristiwa --yang paling tragis sekalipun-- tak satu pun berjejak dalam kesadaran dan menjadi titik berangkat yang bisa menuntun kita untuk menyelesaikan peristiwa itu secara terang dan tuntas.&lt;br /&gt;Ketika kita berhari-hari membicarakan tentang penderitaan rakyat Sidoarjo yang rumah dan tempat tinggalnya terkubur oleh lautan lumpur, tiba-tiba saja pembicaraan itu terhenti karena perhatian kita bergeser kepada peristiwa jatuhnya pesawat komersial yang menelan banyak korban dan kita pun berduka. Duka ini pun kemudian dipaksa rehat karena kita dikejutkan kembali oleh beredarnya film tentang adegan mesum seorang anggota dewan dengan seorang penyanyi dangdut.&lt;br /&gt;Ketika kita secara intens membicarakan tindakan asusila wakil rakyat ini, tiba-tiba perhatian kita digeser kembali oleh kehebohan dengan tertangkap tangannya seorang aparat hukum oleh KPK karena menerima suap. Begitulah seterusnya, peristiwa-peristiwa sosial itu datang susul-menyusul memenuhi langit kesadaran manusia Indonesia hari ini. Sayangnya, tak satu pun dari peristiwa itu lekat dalam ingatan dan kita tuntas membahasnya. Mudah datang mudah juga pergi, ibarat sakitnya jerawat di hidung kemudian terlupakan karena munculnya bisul di pantat.&lt;br /&gt;Bagi pemegang kekuasaan, teori lupa bisa menjadi senjata yang sangat ampuh. Ia bisa menjadi strategi yang diciptakan untuk mengalihkan perhatian publik dari suatu peristiwa yang paling krusial sekali pun. Dengan ini, rakyat tak diberi kesempatan untuk bisa mengenali dan memahami apa yang sebenarnya pernah terjadi. Atas nama stabilitas nasional, misalnya, kekuasaan bisa memaksa publik untuk melupakan peristiwa yang terjadi di masa lampau. Ajakan untuk melupakan masa lalu sering kita dengar diserukan oleh para elite politik. Dalam konteks penyelesaian pelanggaran HAM, misalnya, seorang mantan petinggi TNI yang menolak diperiksa oleh KPP (Komisi Penyelidikan Pelanggaran) atas kasus Trisakti I dan II (TSS), menyerukan sikap untuk tidak terjebak pada peristiwa masa lalu.&lt;br /&gt;Tugas intelektual&lt;br /&gt;Mengatasi lupa --yang disengaja (dusta) ataupun tidak-- dibutuhkan suatu perjuangan yang tak kenal lelah. Sekalipun diakui bahwa manusia adalah tempatnya lupa, namun usaha untuk mengingatkan --sebagai bagian dari perjuangan itu-- adalah suatu keharusan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik. Terlebih dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, usaha mengingatkan menjadi conditio sine qua non bagi terselenggaranya suatu sistem pemerintahan yang dapat dipercaya dan bermartabat di hadapan rakyatnya.&lt;br /&gt;Dalam kacamata Antonio Gramsci, elemen masyarakat yang bisa menjalankan "misi suci" perjuangan untuk tugas mengingatkan kekuasaan adalah kaum intelektual. Peran penting yang dilakukan oleh kaum intelektual itu adalah membongkar selubung dan memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa janji, rayuan, ataupun iming-iming adalah bagian dari jerat-jerat ideologis yang belum tentu dapat diwujudkan oleh sebuah kekuasaan juga oleh negara.&lt;br /&gt;Dengan kemampuan analisisnya, kaum intelektual dituntut secara proaktif untuk memprovokasi sebuah usaha penyadaran sehingga rakyat bisa mengerti dan memahami secara jelas bahwa janji, rayuan, ataupun iming-iming adalah cara yang paling ampuh yang dibuat oleh penguasa untuk menjerat dan menaklukkan hati rakyat. Slogan-slogan yang ramai dicekokkan ke dalam benak rakyat pada masa kampanye pilgub kemarin, misalnya, adalah bagian dari strategi untuk menjerat hati rakyat untuk kemudian memberikan simpati dan dukungannya kepada calon yang diusung. Sebuah janji, rayuan, ataupun iming-iming pada akhirnya bisa jatuh menjadi kebohongan belaka manakala tidak direalisasikan.&lt;br /&gt;Peran strategis yang dituntut dilakukan oleh kaum intelektual ini dirasakan mendesak untuk segera diwujudkan. Di berbagai daerah di Indonesia, seperti yang telah kita saksikan, telah muncul wajah-wajah baru yang siap menduduki kursi kepemimpinan (kekuasaan). Dalam konteks ini, tugas intelektual adalah mengawal dengan sikap kritis jalannya roda pemerintahan supaya benar-benar sesuai dengan kehendak dan aspirasi rakyat.&lt;br /&gt;Salah satu pengejawantahan dari sikap kritis itu adalah peran intelektual untuk senantiasa berjuang dengan penuh kejujuran mengingatkan pemimpin supaya tidak melupakan semua janji-janjinya. Sebab, sebagaimana dikatakan oleh George Santayana, "Mereka yang melupakan sejarah akan dikutuk untuk melakukan kesalahan yang sama." ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7920139928386545382?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7920139928386545382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7920139928386545382' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7920139928386545382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7920139928386545382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/perjuangan-melawan-lupa.html' title='PERJUANGAN MELAWAN LUPA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-2291519773785465361</id><published>2008-05-03T07:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T07:39:19.829-07:00</updated><title type='text'>UNTUK SAHABAT</title><content type='html'>Wajahmu dalam Secangkir Kopi&lt;br /&gt;asbak telah jadi batu, sayang!tapi rokokku masih mengepul juga asapnya memenuhi koridor paru-paru tempat di mana napas bertukar nyawa&lt;br /&gt;aku di sini masih juga percaya kebahagiaan hanya ada dalam secangkir kopi juga rokok yang kuhisap dalam diam&lt;br /&gt;wajahmu menyembul tiba-tiba dalam secangkir arabika robusta bibirku memburumu dengan ciuman tak usai usai&lt;br /&gt;sesuatu diam-diam menyadarkanku,ini hanya cangkir panas, bukan wajahmu bukan wajahmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-2291519773785465361?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/2291519773785465361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=2291519773785465361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/2291519773785465361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/2291519773785465361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/untuk-sahabat.html' title='UNTUK SAHABAT'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-4987596588463672522</id><published>2008-05-03T07:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-03T07:25:20.677-07:00</updated><title type='text'>MENYEDERHANAKAN PARPOL</title><content type='html'>KOMISI Pemilihan Umum (KPU) bulan ini tengah melakukan tahap verifikasi partai politik hingga Juli mendatang. KPU, tentunya, akan lebih selektif melakukan verifikasi atas partai politik peserta Pemilu 2009. Secara terperinci, KPU menyebutkan bahwa melaksanakan verifikasi faktual di tingkat provinsi berlangsung mulai 2-9 Juni sedangkan di tingkat kabupaten/kota mulai 3-25 Juni mendatang.&lt;br /&gt;Tentunya KPU harus lebih objektif dan selektif dalam memverifikasi partai politik. Dengan begitu, proses awal penyederhanaan jumlah partai politik benar-benar terwujud sehingga dapat menumbuhkan optimisme bangsa untuk menciptakan demokrasi yang efektif dan efisien. Selain itu, KPU harus bersikap profesional, netral, dan tegas dalam melakukan verifikasi atas partai politik yang akan bertarung dalam Pemilu 2009.&lt;br /&gt;Terlepas dari bagaimana proses penyederhanaan partai politik dilakukan, harapannya adalah tercipta tatanan pemerintahan yang demokratis, efektif, dan efisien. Dalam konteks ini, negara yang menganut paham demokrasi mana pun, tak lepas dari ketegangan antara keinginan untuk memaksimalkan representasi aspirasi warga yang beragam dan keinginan menciptakan pemerintahan yang efisien dan efektif. Di samping sulitnya membangun sistem kepartaian yang sederhana secara maksimal dalam masyarakat yang heterogen.&lt;br /&gt;Saling tarik antara kepentingan representasi dan efektivitas bisa dilihat dalam UU Politik yang baru. Secara eksplisit, perubahan sistem kepartaian yang dilakukan tiada lain untuk mendukung perwujudan multipartai sederhana (penyederhanaan). Bersamaan dengan itu, perubahan dilakukan dengan tetap menghormati keberagaman bangsa Indonesia (representasi). Dalam konteks demikian, semangat penyederhanaan sistem kepartaian akan lebih rasional.&lt;br /&gt;Sementara itu, usulan agar electoral threshold atau ambang batas minimal perolehan suara partai pada Pemilu 2009 yang dibangun dinaikkan dari 3% menjadi 5%. Artinya, partai-partai yang mendapat suara di bawah 5% pada Pemilu 2009 tak diperkenankan lagi ikut Pemilu 2014. Pertanyaannya, apakah electoral threshold secara tak langsung akan mengurangi jumlah partai di DPR?&lt;br /&gt;Berdasarkan kepada perolehan suara Pemilu 2004, hanya tujuh partai yang mendapat suara 5% atau lebih. Dengan demikian, electoral threshold membuka ruang bagi terbentuknya sistem kepartaian terfragmentasi ekstrem, yakni jumlah partai efektif di DPR kemungkinan lebih dari lima partai. Wacana politik yang berkembang itu muncul bahwa sistem kepartaian tidak terfragmentasi secara ekstrem, namun mengarah secara moderat. Konsekuensi logisnya, jumlah partai di DPR antara tiga sampai lima partai. Itu pun bila electoral threshold dinaikkan menjadi 10%? Tentunya semua itu akan menjadi persoalan politik baru, dan yang pasti akan ditentang oleh partai-partai yang memperoleh suara di bawah 10%.&lt;br /&gt;Alternatif lain yang dibangun untuk penyederhanaan sistem kepartaian, adanya usulan dari sebagian elemen masyarakat yaitu mengubah sistem proportional representation (PR) seperti dianut di Indonesia sekarang, jadi sistem pluralitas (yang disebut sistem distrik). Umumnya di semua negara demokrasi, sistem pluralitas dari varian first past the post (FPTP) atau pluralitas sederhana dan varian block vote cukup membantu menyederhanakan sistem kepartaian dibandingkan dengan sistem PR dengan segala variannya.&lt;br /&gt;Varian sederhana (FPTP dalam single member district) dari sistem pluralitas, jatah kursi yang diperebutkan di satu daerah pemilihan hanya satu. Oleh karena itu, hanya ada satu calon yang menang di daerah tersebut. Sementara calon-calon lain, dari partai yang sama maupun yang berbeda, tidak akan punya kursi di DPR dari daerah pemilihan tersebut. Menurut berbagai studi empiris, secara umum sistem ini cenderung menghasilkan dua hingga tiga partai saja yang punya kursi efektif di DPR.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan varian block vote partai dari sistem pluralitas yang diterapkan. Partai yang mendapat suara paling banyak mengambil semua kursi yang diperebutkan di daerah pemilihan itu. Akibatnya, hanya sedikit partai yang punya wakil dalam jumlah efektif di DPR. Jika semua itu memungkinkan, penyederhanaan sistem kepartaian akan terwujud. Tentunya, apa yang diusulkan untuk menaikkan electoral threshold menjadi 10%, dan perubahan sistem proportional representation menjadi sistem pluralitas memungkinkan mendapat perlawanan dari partai-partai yang mendapat suara sedikit di banyak daerah pemilihan.&lt;br /&gt;Andai saja sistem pluralitas diterapkan dengan pola memekarkan sejumlah daerah pemilihan ataupun tidak dengan parameter data Pemilu 2004, sangat mungkin ada partai politik mayoritas duduk di DPR. Dengan demikian akan melahirkan sistem kepartaian yang lebih sederhana. Seandainya daerah pemilihan dimekarkan untuk mengakomodasi prinsip single member district dari sistem pluralitas, sehingga jumlah daerah sebanyak jumlah anggota DPR, maka cerita Pemilu 2004 tentunya sedikit berbeda. Ketika sistem pluralitas varian FPTP atau block vote partai ini dikombinasikan dengan undang-undang pemilihan presiden yang mengharuskan seorang calon presiden dicalonkan oleh partai politik, maka peluang lahirnya presiden dengan kekuatan politik dominan atau oposisi dominan di DPR akan lebih terbuka. Dengan begitu, akan terbentuk pemerintahan yang lebih efektif dan efisien karena eksekutif dan legislatif dikuasai oleh partai yang sama.&lt;br /&gt;Sementara dalam sistem presidensial tentunya perlu dibangun sinergi antara sistem kepartaian, sistem pemilu, dan sistem pemerintahan. Sebuah sistem pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh sistem kepartaian dan sistem pemilu yang tepat. Sistem presidensial akan berjalan efektif dan produktif apabila didukung sistem kepartaian yang sederhana. Hal ini mengacu pada pengalaman berbagai negara yang menganut sistem presidensial seperti Amerika Serikat yang diikuti oleh sistem kepartaian yang sederhana.&lt;br /&gt;Logikanya, jumlah partai politik yang tidak terlalu banyak ini akan mendorong tumbuhnya DPR yang tidak terlampau tinggi fragmentasi politiknya (jumlah fraksi lebih sedikit). Di samping itu dapat mendorong terjadinya proses koalisi yang lebih sederhana pula. Semakin banyak partai akan semakin menyulitkan proses koalisi, karena beragamnya visi maupun kepentingan.&lt;br /&gt;Koalisi sederhana tersebut akan menghasilkan kekuatan mayoritas di parlemen sehingga lebih menjamin stabilitas dan efektivitas pemerintahan presidensial. Idealnya, dalam sistem presidensial kepartaiannya mengarah kepada partai yang memerintah dan partai yang tidak memerintah (oposisi), sehingga dapat menghindari terjadinya kompromi politik dalam relasi eksekutif dengan legislatif. Kalau konsistensi politik itu akan dibangun dengan sistem presidensial, perlu regulasi yang dapat mendukung ke arah penguatan sistem tersebut. Artinya, jumlah partai politik harus dikurangi.&lt;br /&gt;Penyederhanaan sistem kepartaian tentunya bagian penting dalam memperkuat sistem presidensial. Dengan begitu, perlu dilakukan secara alamiah dan demokratis. Tidak seperti ketika Orde Baru, penyederhanaan partai dilakukan secara paksa. Berikut jawaban bagaimana penyederhanaan partai bisa dilakukan. Pertama, penyederhanaan sistem kepartaian dengan electoral threshold secara bertahap, maka secara alamiah jumlah partai politik akan berkurang melalui jumlah suara yang diperolehnya dalam pemilihan umum.&lt;br /&gt;Kedua, penggabungan antara sistem pemilu proporsional dan distrik seperti yang sudah berlaku dalam UU Pemilu No. 12/2003 (sistem pemilu proporsional daftar calon terbuka). Dengan konsep daerah pemilihan diciutkan relatif kecil sehingga jumlah partai yang mampu meraih kursi tidak terlalu banyak. Hanya sekitar tujuh partai politik yang mampu mendapat electoral threshold 3% dan sembilan partai kecil yang meraih kursi di parlemen lewat Pemilu 2004. Dengan begitu, sistem pemilu akan efektif mengurangi jumlah partai.&lt;br /&gt;Ketiga, menyempurnakan UU yang mengatur pemilihan presiden khususnya mengenai syarat partai dan gabungan partai untuk mencalonkan presiden harus diperbesar persentasenya dari 15% menjadi 25%, sehingga dapat dihasilkan presiden yang didukung partai mayoritas di parlemen. Tidak seperti saat ini, figur presiden didukung oleh partai yang tidak mayoritas di DPR sehingga presiden harus mengumpulkan koalisi agar pemerintahannya stabil dan efektif.&lt;br /&gt;Wacana di atas merupakan pekerjaan yang tak mudah dilakukan, dan memerlukan kerja keras. Namun, hasilnya akan tampak apabila dalam proses politik perubahan terus dibenahi. Pasalnya, dengan realitas masyarakat yang multiagama, multietnis, dan multi-kedaerahan, masing-masing bisa mengatakan punya cara sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan akhir berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;Untuk itu, penyederhanaan partai hendaknya dilakukan secara arif dan bertahap sehingga dapat mendorong terciptanya hubungan instansi kenegaraan yang koheren dan sinergis. Koheren artinya memiliki cita-cita yang sama dan sinergis artinya saling menguatkan dengan niat baik sehingga tercapai masyarakat Indonesia yang dicita-citakan seperti diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-4987596588463672522?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/4987596588463672522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=4987596588463672522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4987596588463672522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4987596588463672522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/menyederhanakan-parpol.html' title='MENYEDERHANAKAN PARPOL'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-5103001893863703350</id><published>2008-05-02T07:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T07:36:21.449-07:00</updated><title type='text'>HASIL DARI SHOLAT JUM'AT</title><content type='html'>Agar doa-doa kita didengar dan dikabulkan Allah SWT, maka diperlukan adab-adab sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menghadap kiblat&lt;br /&gt;Hendaknya berdoa sambil menghadap kiblat, dengan mengangkat kedua tangan.&lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah meriwayatkan, "Rasulullah saw. berdiri di Padang Arafah sambil menghadap kiblat, lalu Beliau terus-menerus sampai matahari terbenam."&lt;br /&gt;2. Memulai dengan berzikir&lt;br /&gt;Berzikir bertujuan untuk memuji dan mengagungkan Allah, serta merendahkan diri di hadapan-Nya karena kita adalah makhluk yang lemah.&lt;br /&gt;Telah berkata Salamah Ibnu Al-Akwa, "Tak pernah aku melihat Rasulullah saw. berdoa, kecuali memulainya terlebih dahulu dengan membaca zikir, subhana robbial`aliyy al a`la al wahhab (Mahasuci Allah Tuhan Yang Mahatinggi lagi Maha Pemberi)."&lt;br /&gt;3. Memilih waktu-waktu yang mulia&lt;br /&gt;Dalam berdoa hendaknya memerhatikan waktu-waktu yang dimuliakan agar kita merasa lebih dekat kepada Allah SWT, sehingga apa-apa yang kita panjatkan akan didengar dan dikabulkan Allah SWT. Di antara waktu-waktu yang akan diijabahnya (dikabulkannya) doa adalah:&lt;br /&gt;a. Setelah salat fardu&lt;br /&gt;Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah?" Rasulullah menjawab, "Doa di tengah malam dan doa setelah salat wajib." (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;b. Sepertiga malam terakhir&lt;br /&gt;Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mulia untuk diijabahnya doa, pada waktu Allah SWT mendengarkan rintihan hamba-hamba-Nya yang berdoa, mengabulkan setiap permintaan, dan mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang memohon ampun.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, "Allah SWT turun setiap malamnya ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga dari malam hari, lalu Ia berfirman, `Adakah seseorang yang berdoa kepada-Ku, sehingga Aku akan mengabulkan doanya? Adakah seseorang yang meminta kepada-Ku, sehingga Aku akan memberinya? Adakah seseorang yang memohon ampun kepada-Ku, sehingga Aku akan mengampuninya?`" (H.R. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;c. Di waktu sujud&lt;br /&gt;"Jarak yang paling dekat antara seorang dan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka, perbanyaklah doa (di waktu itu)." (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;4. Melembutkan suara&lt;br /&gt;Hendaklah berdoa dengan suara yang lemah lembut, tidak dengan suara yang keras karena Allah Mahadekat, lebih dekat daripada urat nadi leher kita. Allah berfirman, "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Q.S. Al-A`raaf: 55)&lt;br /&gt;5. Merendahkan diri dan khusyuk&lt;br /&gt;Merendahkan diri dan khusyuk dalam berdoa merupakan pilar yang utama, karena kita akan merasakan betapa rendahnya diri kita di hadapan-Nya sehingga kita sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT. "...Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera (dalam mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik, dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (Q.S. Al-Anbiyaa`: 90)&lt;br /&gt;6. Mengulang-ulang dan yakin dikabulkan&lt;br /&gt;Berdoa kepada Allah harus penuh keyakinan akan dikabulkan, dan mengulang-ulang doa tersebut karena kita merasa sangat butuh dengan apa-apa yang kita panjatkan, walaupun kita seorang yang hina dina di hadapan Allah SWT. Sufyan bin Uyainah berkata, "...Janganlah seseorang di antara kamu terhalang dari doa semata-mata karena ia menyadari akan keburukan dirinya. Sebab, Allah SWT bahkan telah mengabulkan doa makhluk terjahat iblis la`natullah, yaitu ketika ia berkata, `Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan.` Allah berfirman, `Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.`" (Q.S. Al-A`raaf: 14-15)&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah `Azza wa jalla berfirman, `Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku akan menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku.`" (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dengan banyak berdoa, semoga kita dapat membuka kunci pertolongan Allah, sehingga dikabulkan semua permohonan kita, di lapangkan segala urusan, dan diberi yang terbaik bagi kita. Amin.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-5103001893863703350?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/5103001893863703350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=5103001893863703350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5103001893863703350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5103001893863703350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/hasil-dari-sholat-jumat.html' title='HASIL DARI SHOLAT JUM&apos;AT'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-5186375722940086966</id><published>2008-05-02T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T06:57:02.096-07:00</updated><title type='text'>MENDAMBA MULTI PARTAI SEDERHANA</title><content type='html'>"Libido" yang demikian tinggi pada sejumlah tokoh untuk mendirikan parpol berpengaruh besar bagi penataan sistem kepartaian. Tiga kali pemilu di masa reformasi agaknya belum akan membuat rakyat ini menikmati "madu" demokrasi. Negeri ini terbelenggu bendera parpol. Jadi, apa yang bisa diharapkan dari 69 parpol yang berhasrat besar ikut Pemilu 2009?&lt;br /&gt;Sulit menebak logika yang digunakan sejumlah tokoh di balik bertaburannya partai politik di tanah air. Selepas Soeharto lengser, euforia tak terbendung, mendirikan partai bisa dimengerti. Namun, reformasi sebentar lagi berusia satu dasawarsa. Mengapa sejumlah tokoh masih ngotot mendirikan partai baru dan interesan ikut pemilu?&lt;br /&gt;Anomali. Barangkali itu kata yang paling pas mewakili kehidupan parpol di tanah air. Pertama, dari 69 parpol yang mengambil formulir ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), tak ada perbedaan signifikan dalam hal ideologi. Peta ideologi Arend Lijphart yang menyebutkan garis ideologi di Indonesia merintang dari kiri (nasionalis) ke kanan (Islam) masih menjadi pola. Nyaris seluruh parpol itu dapat dikategorikan sebagai partai nasionalis, partai nasionalis-Islam (partai tengah), atau partai Islam.&lt;br /&gt;Pasca-Perang Dingin, hal-hal yang terkait dengan ideologi pun semakin pudar. Masyarakat tak lagi memikirkan ideologi, secara langsung maupun tak langsung. Masyarakat cenderung menggantikan ikatan tradisional (ideologi) dengan hal-hal yang lebih pragmatis, yaitu program kerja yang ditawarkan oleh kontestan (parpol). Kini terdapat tren di sejumlah negara yang memperlihatkan semakin meningkatnya proporsi nonpartisan dalam pemilihan umum.&lt;br /&gt;Nonpartisan adalah sekelompok masyarakat yang tidak menjadi anggota atau mengikatkan diri secara ideologis dengan parpol tertentu (Marketing Politik, 2007). Dengan begitu, kelompok ini melihat pentingnya kemampuan dan kapasitas orang atau program kerja yang dicanangkan partai atau kandidat. Sayangnya, mayoritas parpol yang ada masih bertumpu pada ideologi dan minim tawaran-tawaran baru yang bisa menerbitkan simpati rakyat.&lt;br /&gt;Kedua, banyak sekali parpol yang sesungguhnya "wajah lama". Ketiga, kemunculan parpol lama dengan "wajah baru" (baca: ganti nama atau pecahan parpol induk) tak menghiraukan basis konstituen. Aneh bin ajaib, barisan parpol yang tak mendapat dukungan pada Pemilu 2004 lalu, saat ini kembali interesan ikut Pemilu 2009. Padahal pengalaman 1999 dan 2004 telah mengajarkan, basis tradisional masih milik partai mapan, yakni parpol warisan Orde Baru dan sejumlah parpol dengan tokoh mengakar.&lt;br /&gt;Dan keempat, mayoritas parpol --bahkan yang memperoleh kursi signifikan di DPR-- belum mampu menunjukkan diri sebagai parpol berskala nasional. PKB masih lebih tampak sebagai partai lokal di Jawa Timur. PAN yang besar di Yogyakarta atau Sumatra Barat. Demikian pula dengan Partai Damai Sejahtera (PDS). Dari yang sedikit itu, baru Partai Golkar, PDIP, dan PPP yang layak disebut sebagai partai nasional.&lt;br /&gt;Tentu "libido" yang tinggi untuk mendirikan parpol itu berpengaruh besar bagi penataan sistem kepartaian. Dibutuhkan waktu lama untuk menyaksikan sistem multipartai yang sederhana. Lebih-lebih parlemen juga tak punya cetak biru sistem kepartaian yang hendak dituju bangsa ini. Bayangkan saja, ketentuan peralihan dalam UU 10/2008 tentang Pemilu, menyatakan seluruh parpol yang memperoleh kursi di DPR bisa langsung berpartisipasi di Pemilu 2009 mendatang! Ketentuan peralihan ini sebagai kompensasi diterapkannya parliamentary threshold pemilu tahun depan.&lt;br /&gt;Apabila parlemen punya cetak biru, hanya tujuh parpol yang lolos tanpa verifikasi KPU pada Pemilu 2009. Namun, ketentuan peralihan itu membengkakkan peserta lolos otomatis, menjadi 17 parpol. Ini belum ditambah parpol baru yang kemungkinan bakal lolos verifikasi KPU! Jadi, hingga tahun depan --pemilu ketiga selepas rezim otoriter--- bangsa ini tak mungkin menyaksikan sistem multipartai sederhana.&lt;br /&gt;Berarti, massa pemilih masih akan repot menentukan parpol yang akan mewakili mereka di lembaga perwakilan (legislatif). Dan bisa dibayangkan, seperti apa surat suara Pemilu Legislatif nanti jika pesertanya lebih dari 24. Sekarang saja, KPU harus memverifikasi setidaknya 52 parpol di luar 17 parpol yang sudah pasti ikut Pemilu 2009.&lt;br /&gt;Untuk diverifikasi KPU, ada sejumlah dokumen yang harus dipenuhi. Yakni, status badan hukum, keputusan pengurus pusat parpol tentang pengurus tingkat provinsi dan pengurus tingkat kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Kemudian surat keterangan dari pengurus pusat parpol tentang kantor dan alamat tetap pengurus tingkat pusat sampai tingkat kabupaten/kota, surat keterangan dari pengurus pusat parpol tentang penyertaan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Selain itu, surat keterangan mengenai perolehan kursi partai politik di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dari KPU.&lt;br /&gt;Dari 69 parpol tadi, ada lima parpol yang diklaim oleh lebih dari satu kepengurusan adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB, 2 versi), Partai Nasional Indonesia Marhaenis (PNI Marhaenis, 3 versi), Partai Damai Sejahtera (PDS, 2 versi), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI, 2 versi), dan Partai Pro Republik (2 versi). Sementara Partai Demokrasi Indonesia (PDI) memiliki struktur kepengurusan sama dengan struktur kepengurusan salah satu versi PPDI.&lt;br /&gt;Apabila "libido" mendirikan parpol ini tak kunjung menurun, terus terang saya pesimistis dengan kehidupan politik nasional. Sistem multipartai yang terlalu gemuk di negeri ini telah menyeret bangsa ini ke sistem parlementer. Padahal konstitusi kita menyatakan, negeri ini menganut sistem presidensial. Sementara itu, sistem presidensial tak pernah akan terwujud tanpa sistem kepartaian yang sederhana. Atau dengan kata lain, sistem presidensial kontras dengan sistem multipartai.&lt;br /&gt;Sungguh saya takut sistem multipartai yang dianut negeri kita justru melembagakan oligarki. Jika itu yang terjadi, elite politiklah yang berkuasa. Dan rakyat. Ia hanya bisa berteriak ihwal demokrasi di jalanan, tanpa mampu memengaruhi kebijakan publik. Saya rindu keadaan di mana politik dilonggarkan menjadi sebentuk cara menyejahterakan rakyat. Dan itu tak selalu harus melalui parpol. Saya sangsi bangsa ini dapat memetiknya pada Pemilu 2009 nanti.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-5186375722940086966?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/5186375722940086966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=5186375722940086966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5186375722940086966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5186375722940086966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/05/mendamba-multi-partai-sederhana.html' title='MENDAMBA MULTI PARTAI SEDERHANA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7794321910782522952</id><published>2008-04-27T03:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T04:13:31.456-07:00</updated><title type='text'>ANTARA SHARLINIE DAN KEKEJAMAN MARS</title><content type='html'>MARS, putera Jupiter dengan permaisurinya, Juno adalah dewa perang yang haus darah. Badannya tegap, gagah dan berwibawa, dibaluti pakaian perang yang ber gemerlapan. Sebenarnya tiada apa yang boleh dibanggakan terhadap sang dewa. Tidak ada satu pun kisah yang menyanjung kehebatannya, karena sebagai dewa perang kegemarannya hanyalah menyaksikan kekerasan, pertumpahan darah, korban yang berjatuhan dan peradaban yang hancur. Sikap tersebut juga sama sekali tidak disenangi oleh bapanya. Pernah sang ibu, Juno menghadap Jupiter, memohon supaya Mars diseret dari medan perang dalam keadaan memalukan. Jupiter setuju. Dia memerintahkan Minerva, puteri sulungnya melakukan hal tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika Perang Troy berlangsung. Juno yang memihak Yunani hampir mengalami kekalahan kerana Mars berjaya mengkucar-kacirkan tentera ibunya. Sebenarnya Mars turut membenci Pax dan Ceres, dewi-dewi yang mencintai kedamaian. Namun, dia harus berhati-hati terhadap mereka kerana Minerva yang juga mencintai perdamaian selalu membela kedua-dua dewi itu. Meskipun Mars adalah dewa perang, dia selalu berada di pihak yang kalah bila berhadapan dengan Minerva. Sang dewi tidak hanya mempunyai kekuatan fizikal tetapi terkenal dengan kehandalan taktik serta strategi perang yang dilandasi tekad yang kuat untuk membela kedamaian. Percaya atau tidak, tidak semua dewa dan dewi membenci keganasan. Mars mempunyai sahabat dan pengagum, Discordia - dewi kebencian yang senang dengan perpecahan. Juga, Venus, dewi cinta dan kecantikan yang terpesona oleh kegagahannya. Perkahwinan Mars dan Venus melahirkan anak-anak yang seperti selalu dikatakan bahawa batas antara cinta dan kebencian amatlah nipis, iaitu Cupid, dewa asmara; Anteros, dewa nafsu birahi; Hymen, dewa perjodohan; Hermione, pembawa harmoni; Phobos dan Deimos, ketakutan dan kekerasan; serta Bellona, dewi perang yang menjadi pemandu kereta kuda ayahnya. Sharlinie Mohd. Nashar pula hanya seorang gadis kecil berusia lima tahun. Seorang watak yang berada di alam realiti dan wujud dalam sebuah kisah nyata yang sama sekali berbeza dengan latar kayangan dan gunung-gunung di banjaran Olympus dalam mitologi Yunani tersebut. Pada 9 Januari lalu anak-anak yang tidak mengerti apa-apa tersebut diculik dan dilarikan oleh ‘pengikut-pengikut’ setia Mars yang tidak pernah mengenal erti jemu dalam melakukan kejahatan. “Telah aku katakan, jiwa dan sikap ganas Mars tidak akan pernah mati. Ia akan sentiasa ada pada manusia. Mungkin ia hanya akan berakhir setelah bumi dan alam maya ini musnah. “Jangan tanyakan padaku bila. Aku sendiri tidak tahu karena kejahatan dan keganasan itu tersimpan kukuh dalam dada mereka,’’ kata Eric Moore, watak dalam novel Red Leaves: Tale of Murder and Suicides karya Thomas H. Cook (2006). Kisah kebuasan dan keganasan Mars dalam mitologi Yunani itu sentiasa hidup. Cuma Cook melihat dalam perspektif berbeda yaitu penculikan dan keganasan melampau terhadap anak-anak yang tidak berdosa. Ketika hidup begitu sempurna, ada saja sesuatu yang memusnahkan segalanya. Bermula dengan penculikan seorang gadis kecil bernama Amy Giordano. Ia disusul kejadian yang membongkar banyak rahsia masa lalu. Eric Moore begitu terusik oleh rasa ingin tahu yang membadai di batinnya, ditambah keinginan untuk melepaskan puteranya daripada jerat tuduhan yang mengerikan. Benarkah putranya seorang penculik dan pembunuh? Benarkah remaja lima belas tahun itu mengidap padofilia? Eric sama sekali tidak menyangka, kehilangan gadis cilik itu cuma awal dari rentetan malapetaka yang akan menimpanya - satu demi satu orang yang dicintai terbunuh.... Sebenarnya tidak ada kekuatan bermakna dalam novel tersebut. Namun, ada unsur menarik yang diutarakan iaitu kebuasan segelintir manusia yang tidak pernah berpenghujung, sama seperti sikap Mars. Hari ini ‘keturunan’ Mars tersebut senantiasa ada. Di Iraq, Afghanistan, Palestin dan beberapa penjuru dunia lagi, manusia terbunuh dan dibunuh tanpa alasan yang logik. Darah terus ditumpahkan membasahi bumi. Begitu juga Sharlinie dan  Siti Nor Azreen ,para aktifis yang diculik tanpa sebab atau jendral Ahmad yani dibunuh kejam tanpa sekelumit rasa belas kasihan. Mereka adalah mangsa manusia-manusia ‘Mars’ tersebut. “Masyarakat dunia hari ini sebenarnya berada dalam konflik dan polemik budaya termasuk krisis peribadi. Ada arus kuat yang dilihat mengancam hidup manusia seperti konsumerisme dan teknologi yang semakin rencam. “Kekacauan budaya tersebut memberi kesan psikologi yang luar biasa. Akhirnya akan ada penyimpangan sosial. Rasa kemanusiaan bukan lagi perkara utama,’’ tulis Juergen Moltman dalam Future Theology (1979). Namun, haruskah kita membiarkan ‘Mars-Mars’ hasil daripada perubahan dan penyimpangan sosial tersebut terus berleluasa? Kita tidak tahu anak-anak siapa akan menjadi mangsa selepas ini dan seterusnya. Cuma kita berharap akan terus muncul ‘Minerva, Pax’ dan ‘Ceres’ untuk terus memperkasakan penguatkuasaan undang-undang dan menghapuskan pengikut-pengikut kejam ‘Mars’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7794321910782522952?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7794321910782522952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7794321910782522952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7794321910782522952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7794321910782522952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/04/antara-sharlinie-dan-kekejaman-mars.html' title='ANTARA SHARLINIE DAN KEKEJAMAN MARS'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-389878153997745068</id><published>2008-04-21T06:32:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T06:52:55.439-07:00</updated><title type='text'>THANK YOU</title><content type='html'>Terima kasih, syukur, thank you, arigato,nuhun,hause,kuiciaww,buat semua yang pernah membina persahabatan ini secara langsung dan tak langsung semenjak sekolah menengah seorang budak lelaki kasep,ganteng yang berperangai kayak bruce willis dan tak pernah terduga menjadi diri yang sekarang ini amat berharga.....&lt;br /&gt;Alhamdulillah...buat teman-teman sekolah, teman jalan, teman bergurau bercanda, teman bercinta, teman bersuka cita, teman belajar, teman sekuliah, teman sekampung, teman masuk organisasi.DAMAS.MENWA,KOSGORO,KNPI,BBC teman senasib, teman saingan who is e most great in school...well...of course..., temanku yang paling senior dan paling di hormati serta di segani dan yang paling utama untuk kedua orang tua ku yang sudah mendahului kita semua pulang ke haribaan Allah SWT semoga beliau selalu ada di tempat yang layak di alam bajrah.amin...hemm  walau kehidupan menjengah perpisahan namun tunjuk ajar serta teguran menusuk sehati dalam jiwa ini....&lt;br /&gt;Now..i'm here to serve my life (still not againts e law)...Thank you very much teman-teman bercinta  memberikan pelajaran yang memang tak pernah aku sesal kan serta membuahkan kekuatan yang luar biasa dari diri ini.....&lt;br /&gt;Hopefully...every one in my life since I was a little child.....good luck and gained happiness in your life...&lt;br /&gt;Salam penuh kasih sayang buat orang semua..Kasih sayang takkan hilang walau kadang kala dibentengi halangan. hanya terpendam tidak terusik tetapi selalu mekar dalam hati ini..LUV U.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-389878153997745068?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/389878153997745068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=389878153997745068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/389878153997745068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/389878153997745068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/04/thank-you.html' title='THANK YOU'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7250515964703067177</id><published>2008-04-13T08:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-13T08:21:58.729-07:00</updated><title type='text'>SETIA SAMPAI TUA</title><content type='html'>sabtu sore cuaca batam sangat mendung...jadwal kegiatan ak sangat padat..maklum..msh berjuang...demi kau dan si buah hati..tak terasa perut ku bunyi trus...wah..sampai kelupaan tadi makan siang terlewat kan...akhirnya aku belok kan mobil BMW ku ke parkiran mc.donald di kawasan nagoya...paket sepecial sudah di hadapanku...nasi 1,ayam 2 plus coca cola...di tambah telor dadar...wah  mantap...tiba2..ada sepasang nenek dan kakek sambil berpegangan tangan dengan mesra nya layak nya sepasang ABG,..ak bepikir..bisa ga ya aku..kamu..ato siapa saja..seperti itu..SETIA SAMPAI TUA...yang mereka order pun order nya sama dengan menu aku..cuma satu paket..berarti mereka sepiring berdua...aku perhatikan terus...ternyata yang makan duluan si kakek nya..sedangkan si nenek hanya merhatikan sambil tenggorokannya turun naik..aku berpikir..wah saking setia nya sampai makan pun si nenek hanya nonton saja walau pun kelihatan nya..mau..juga...atau...aku pikir mereka ga punya duit lagi..sampai akhirnya..karena aku ga tega..aku deketin..dan aku tawar kan ke si nenek,biar aku ordre kan satu paket lagi..tapi si nenek jawaban nya ga usah dek..ini juga masih banyak katanya...lalu aku tanya lagi..kok nenek ga ikut makan..?jawab nya..NANTI JUGA MAKAN DEK...TAPI NUNGGU SI KAKEK SELESAI..GIGI NYA GANTIAN...ooooooooooohhhhhhhhhh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7250515964703067177?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7250515964703067177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7250515964703067177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7250515964703067177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7250515964703067177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/04/setia-sampai-tua.html' title='SETIA SAMPAI TUA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-1089773096566027125</id><published>2008-04-13T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-13T08:00:37.115-07:00</updated><title type='text'>SEMOGA SAYA BISA</title><content type='html'>Saya telah memutuskan, untuk merelakannya pergi, untuk mendoakan kebahagiaannya. Menjadi teman yang baik baginya. Tapi mengapa begitu susah untuk melupakannya? Begitu susah untuk membunuh cinta ini? Hari ini saya bertemu dengan dia, setelah sekian lama tidak, dan saya sadar bahwa masih ada bagian dari diri saya, yang mengharapkan dia menjadi milik saya. Mengharapkan dia tidak bahagia dengan orang lain.&lt;br /&gt;Saya tahu itu jahat, saya tahu itu egois. Tapi saya harus jujur, bahwa itulah yang saya rasakan. Kenapa dia tidak bisa menjadi milik saya? Dan saya harus menghadapi semua itu sendiri. Saya ingin bicara dengan seseorang, tentang rasa yang saya miliki. Tapi begitu susah untuk mengungkapkannya. Kesendirian, mungkin itulah teman satu-satunya yang saya miliki untuk menghadapi ini. Saya akan terus berusaha, untuk dengan tulus merelakannya, dengan tulus mendoakan kebahagiaannya. Semoga saya bisa. Untuk dirinya, dan untuk saya. Kedamaian, itulah yang ingin saya dapatkan sekarang.&lt;br /&gt;Kebahagiaan untuk menjalani hidup ini, dengan semua masalah yang saya hadapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-1089773096566027125?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/1089773096566027125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=1089773096566027125' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1089773096566027125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1089773096566027125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/04/semoga-saya-bisa.html' title='SEMOGA SAYA BISA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-2957346158953603040</id><published>2008-04-07T05:29:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T06:06:09.265-07:00</updated><title type='text'>SUAMI TAKUT ISTRI</title><content type='html'>Alkisah dijaman sekarang gt lho..ada seorang lelaki takut dan selalu nurut apa yang dikatakan istrinya,padahal ngga begitu cantik kata bang dul..tapi sedikit manis kt mang edi..tapi biloeh lah bodinya seh aduhai kata oom jupri,..memang seh..setiap suami harus bisa rukun sama istri,saling percaya,saling mengasihi..mencintai..dan saling memberi...setujuuuuuu???? tapi..kalau sudah seperti sahabat saya tadi tuch..baru berangkat kerja..sudah di telpon...yayang diamana..? ntar sudah jam siang..yayang sudah makan lom...? sama sapa? ntar pulang nya jam berapa? jangan lupa mampir di super market ya..tolong beliin susu.indomie..softek..ntah apa2 yang dia suka.. kalau malam..tolong pijitin dong..sayang...ach..ach...katanya seh..miting..alias mijit nya yang penting penting aja..hal itu selalu diminta setiap malam...apa ga gemporrr..sampai suatu saat  takdir mengatakan lain..manusia hanya berencana tapi Tuhan juga yang menentukan...Innallilahi wa inna li lahi rujiun..istri nya yang bahenol itu di panggil yang maha kuasa..setelah selesai diurus secara syareat islam..langsung siang nya di bawa ke pemakaman. sudah selesai acara pemakaman,semua bubar..tinggalah sahabat saya tadi..tetap tidak mau beranjak sedikit pun di atas makam yang masih basah itu..beliau sambil memeluk gundukan tanah..di peluknya sambil di kipas kipas tanah nya..sebentar bentar menangis dan mengatakan sayang..maaf kan ak..hari sudah menjelang sore.. sahabat saya masih tetap di atas makam tersebut,di bujuk sama keluarga nya supaya pulang..tetap ga mau malah makin kencang ngipas nya...akhirnya  di suruh lah seorang unstad di daerah itu yang punya ilmu tinggi,dengan janggut kayak mas bambang..dengan komat kamit baca mantra..dengan suara bergetar kayak nahan kencing..beliau bertanya..sahabat..hari sudah sore..mari kita pulang...tapi tetap saja beliau tidak mau pulang...pak ustad tanya lagi..sebetul nya ada apa ini..kok ngeyel banget ga mau pulang...sahabat saya itu akhirnya mau jaga berbicara jujur sama pak ustad tadi..katanya..semalam sebelum istrinya meninggal sempat beliau meninggal kan wasiat..yayang...kalau suatu hari nanti saya meninggal dan yayang mau kawin lagi..harus tunggu sampai tanah kuburan ku kering....oooooooohhh.....ustad pinsan....bye..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-2957346158953603040?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/2957346158953603040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=2957346158953603040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/2957346158953603040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/2957346158953603040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/04/suami-takut-istri.html' title='SUAMI TAKUT ISTRI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-4722897315283938759</id><published>2008-03-29T06:54:00.000-07:00</published><updated>2008-03-29T07:06:31.164-07:00</updated><title type='text'>BICARA  TENTANG HATI</title><content type='html'>saya teringat kisah-kisah percintaan yang dahulu telah lama ditinggalkan. Indahnya saat itu tetapi sampai satu ketika apabila keindahan tersebut diselitkan dengan kedukaan hanya menjadi perit sekali.&lt;br /&gt;Semalam saya berbual dengan teman..sahabat yang sentiasa berkongsi pandangan. Saya terkesan apabila beliau mengatakan saya adalah seorang yang memerlukan seseorang yang menyayangi saya sepenuh hati.....Mungkin sikap saya yang dikenalinya menganjurkan sahabat saya berkata sedemikian...&lt;br /&gt;Saya hanya terdiam..sedikit berfikir dan tidak perlu saya menafikannya kerana sesiapa saja di dunia ini memerlukannya. Dalam perbualan, kadang kala ada kenyataan yang disorokkan mungkin bersifat peribadi yang abstrak. Sedikit complicated untuk memahaminya tetapi bagi saya yang pernah belajar phisikologi saya rasa tidak sukar untuk menangkap peri maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;Hati siapa yang perlu diperhalusi...hati seorang wanita atau hati seorang maskulin yang memberi makna yang cukup mendalam dengan berselindung di balik yang mengalir di dalam dirinya...Ada perkara disembunyikan kerena menitik beratkan masalah insan tertentu....betul tak sahabat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-4722897315283938759?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/4722897315283938759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=4722897315283938759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4722897315283938759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4722897315283938759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/03/bicara-tentang-hati.html' title='BICARA  TENTANG HATI'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-8687559709224702276</id><published>2008-03-25T08:21:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T08:46:52.701-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>""Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta... Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya...""&lt;br /&gt;memang kadang kadang cinta itu sebuah perasaan yang misterius,tidak bisa memaksa atau di paksakan,lebih baik di cintai dari pada mencintai... cinta itu akan datang dan tumbuh melalui beberapa hal...diantara nya..: bisa melewati pandangan pertama,ada juga karena lingkungan,misalnya ditempat kerja..karena tiap hari ketemu.makanya akan terjadi CILOK...cinta lokasi,atau karena satu sama lain sering ngobrol atau curhat..lama lama akan timbul perasaan simpatik dan akhir nya terjadi perasaan cinta.Ada beberapa jenis cinta..diantara nya.cinta monyet, yaitu cinta nya anak ingusan yang belum tau perasaan sebenarnya.maka bisa terjadi dalam beberapa saat gonta ganti pasangan..dan hal ini di sah kan oleh undang undang percintaan...ada juga yang namanya cinta gelap..yang artinya..terjadi percintaan antara dua lawan jenis tuna netra,yang sedang bercinta di dalam lemari dan sedang mati lampu....jadi itu menandakan bahwa cinta milik semua mahluk ciptaan Tuhan YME.dan tidak pandang bulu..baik itu bulu hidung..ketek..alis..atau pun bulu kue sekalipun...maka berbahagialah bila anda sudah mendapat kan cinta yang sejati,jangan sampai menghianatinya atau pun menodainya.....kalau cinta sudah melekat..tai ayam rasanya coklat........cerioooooo...bye&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-8687559709224702276?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/8687559709224702276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=8687559709224702276' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8687559709224702276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8687559709224702276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/03/kamu-tidak-akan-pernah-tahu-bila-kamu.html' title=''/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-1707022089352730830</id><published>2008-03-15T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T06:50:24.267-07:00</updated><title type='text'>k a m u  p a s t i  b i s a</title><content type='html'>Ada satu quotation, yg nggak tau siapa yg melontarkan, tapi AQ suka banget. Bunyinya begini : "Kalau kamu berpikir kamu BISA atau kamu TIDAK BISA, maka kamu BENAR !"&lt;br /&gt;Ngerti kan maksudnya ?Artinya, kita itu seperti apa yg kita pikirkan...Kalo' kita ngerasa, diri kita mampu ngelakuin hal itu... yaa kita pasti bisa.Dan kalo' kita berpikir bahwa kita nggak mampu, yaa artinya kita memang nggak mampu. Ini masalah how to encourage diri sendiri... :-)Setiap diri memang sebenarnya memiliki potensi. "Everybody's special..." Tetapi, tidak semua potensi itu bisa muncul begitu saja. Tergantung seberapa tangguhnya kepribadian seseorang dalam mempercayai dirinya sendiri, atau tergantung dari seberapa besar lingkungan mempengaruhinya untuk bisa memunculkan pontensi itu. Kadang juga, tergantung timing... jika memang dalam kondisi terdesak, potensi yg selama ini "invisible" itu, bisa saja tiba-tiba muncul... !!Tapiii yang pasti, percaya deh sama AQ, bahwa KAMU tuh BISA !!Buat seorang sahabat, para pencinta sejati itu salah satu pekerjaannya adalah menggagas bagaimana membuat orang yg kita cintai itu tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Hayoo dong, kapan berani membiarkan dia menemukan potensi dirinya sendiri ?! Percaya deh, DIA BISA !! Jangan cemen gitu ah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-1707022089352730830?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/1707022089352730830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=1707022089352730830' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1707022089352730830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1707022089352730830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/03/k-m-u-p-s-t-i-b-i-s.html' title='k a m u  p a s t i  b i s a'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-8726115977244002932</id><published>2008-03-15T06:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T06:36:42.115-07:00</updated><title type='text'>c i n t a   vs  s e l i n g k u h</title><content type='html'>Dalam dunia cinta, istilah selingkuh tak pernah terlepas di dalamnya. Salah satu sisi negatif dalam hubungan antara dua insan ini seringkali menjadi pemicu masalah yang bisa berbuntut ke arah perpisahan.&lt;br /&gt;Tapi seringkali terlintas satu pertanyaan, bagaimana sebuah tindakan disebut sebagai selingkuh? Secara umum bisa dikatakan, selingkuh sudah mulai terjadi, ketika kita sudah terpikat dengan orang lain yang bukan pasangan kita dan sudah melakukan hal-hal untuk bisa semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika teman curhat kita kadang membuat pasangan cemburu? Apakah kedekatan itu bisa dimasukkan perselingkuhan? Sebenarnya untuk curhat lebih bukan ke urusan terpikat tapi karena biasanya rasa percaya dan nyaman yang membuat kita bisa mengeluarkan unek-unek kita.Sementara ‘terpikat’ adalah menyukai seseorang, bukan saja hanya sebatas curhat namun mulai menyukai hal lain yang ada dalam diri seseorang. Tertarik dengan tampangnya, tertarik dengan suaranya dan tertarik dengan sikapnya.&lt;br /&gt;Selingkuh juga bisa dikatakan mulai terjadi ketika ada seseorang yang lain mengambil peran dari pacar kita yang resmi. Berbagai hal yang seharusnya dilakukan bersama kekasih tiba-tiba saja beralih ke seseorang yang lain, apalagi jika mulai memikirkan seseorang yang memang bukan pasangan kita.&lt;br /&gt;Curhat pun bisa menjadi salah satu tindakan selingkuh ketika kita mulai enggan bahkan tidak pernah bercerita dan curhat hal apapun tentang diri kita pada pacar. Suatu hal yang seharusnya bisa kita curhatkan ke pacar kita, tapi kita lebih memilih ke orang lain. Menjadikan pacar kita menjadi pihak yang tidak tahu apa-apa tentang kita dibandingkan dengan orang yang lain.&lt;br /&gt;Disinilah selingkuh mulai terjadi, yaitu saat kita membiarkan bahkan dengan senang hati seseorang yang lain mengambil segala peran dan kedudukan pasangan resmi kita.&lt;br /&gt;Sampai manakah tahap perselingkuhan Dirimu???? Hehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-8726115977244002932?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/8726115977244002932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=8726115977244002932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8726115977244002932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/8726115977244002932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/03/c-i-n-t-vs-s-e-l-i-n-g-k-u-h.html' title='c i n t a   vs  s e l i n g k u h'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7958720909873412736</id><published>2008-03-13T09:22:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T10:10:57.785-07:00</updated><title type='text'>K E A J A I B A N</title><content type='html'>Dapat terjadi sebuah KEAJAIBAN ketika Kau PERCAYA...walau hanya angan belaka...yang begitu susah untuk diraih...siapa yang tahu bentuk KEAJAIBAN hanya Kau yang bisa meraihnya dan merasakannya.... Keti ka  Kau percaya Kau akan Meraih dan Mendapatkanya. memang kadang kita kurang percaya akan suatu yang tiba2 datang menimpa diri kita..baik itu merupakan musibah atau pun kebahagian..tapi kita harus yakin semua itu hanya lah cobaan dari Yang Maha Kuasa..Allah SWT Tuhan yang maha kuasa....sahabat..tiba2 kita mendapat kan rejeki yang tiba2 bagai kan air mengalir..itu pun sebuah cobaan dari Yang maha Esa...kita jangan sampai takabur..lupa sama sesama..atau lupa diri..karena semua itu hanyalah sebuah tittipan yang nanti nya akan di pertanggung jawab kan di akhir kiamat,dan yang terpenting jangan rakus ingat.! bahwa rejeki kita itu ada hak orang lain yg sudah ditentukan..jatah fakir miskin..anak yatim...sahabat..!..adapun tiba2 kita sakit...itupun sebuah cobaan..sebenar nya kita harus menerima nya dengan ikhlas..malah bersyukur sama Allah SWT..itu tandanya Allah masih sayang sama kita...maka dari itu kita semua harus intropeksi terhadap refleksi perjalanan hidup kita..tidak ada kata terlambat..! &lt;br /&gt;Alhamdullilah..hari ini saya masih di beri kenikmatan yang luar biasa..nikmat iman..nikmat sehat dsb..yang tidak bisa ku ungkap kan..dan tidak bisa dihitung dengan jumlah uang...pagi masih bisa menjalan kan aktifitas walau pun cuaca batam dari pagi di guyur hujan..ba da maghrib ikut pengajian yasinan di mesjid blok 6...trus di undang makan oleh ketua knpi kepri bung berto di golden prwan..dalam rangka ultah anak nya  bang icha tea...kenyang...nikmat...ya Allah..Alhamdullilah..nikmat..amin..mudah mudah hari esok lebih baik dari hari ini....sekarang mo tidur..ngantuk.....bismika Allahuma wa bis mika ya amuth......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7958720909873412736?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7958720909873412736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7958720909873412736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7958720909873412736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7958720909873412736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/03/k-e-j-i-b-n.html' title='K E A J A I B A N'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-6449458523745862972</id><published>2008-03-12T07:22:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T07:50:57.870-07:00</updated><title type='text'>C I N T A</title><content type='html'>&lt;a title="VieNa" href="http://www.friendster.com/25631354"&gt;&lt;/a&gt;Cinta itu,,,, Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih. Cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru, dan pilihlah yang terbaik. Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Dan karena itu kamu sempurna. Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya kebohongan. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya… Cinta bukan, “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu di mana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”. Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu izinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya. jatuh cinta, jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu. Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu. Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk mengetahui bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Jadi, biarkan dia pergi…….makan tuch..cinta...kalau cinta sudah melekat tai kotok rasanya coklat...bego lhu....lebih baik sakit gigi dari pada putus cinta...atau putus tali kolor karena akan sakitnya sampai ke jantung..cikaracak ninggang batu laun laun jadi leugok..anu pecak nyeri huntu di alun alun aya nu nyabok..rasain lhu..sudah pecak aya nu nyabok lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-6449458523745862972?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/6449458523745862972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=6449458523745862972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6449458523745862972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6449458523745862972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/03/c-i-n-t.html' title='C I N T A'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-4506231233759075722</id><published>2008-02-26T07:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T07:58:25.836-08:00</updated><title type='text'>MERANA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;siang itu terasa sekali udara batam panas sekali,dari langit di sorot matahari,dari tanah di sembur panas nya minyak bumi,hari itu.perasaan ku pembawaan nya malas sekali..tidak ada agenda prospekan..atau agenda meeting...ak hanya duduk di kafe roda mas,yg terletak di bilangan kawasan kumuh nagoya...sambil menikmati martabak umar dan segelas teh tarik ciri minuman khas melayu...tiba..tiba..hp ku berdering...halowwwww....ini bung dida...kt di sebrang sana..tull..kt ku...tiba..tiba..redup langit gelap..bagai mimpi di siang bolong...ak mendengar kabar bahwa sahabat ku kena musibah...ceritanya begini..: jam 10.30..sahabat ku itu olah raga..lari.. yg mana sebelum nya belum pernah yg namanya olah raga..eh..ini tampa sarapan..tampa pemanasan...lansung lari sekencang kencang nya...tiba..tiba 15 menit kemudian..jatuh..bummm.. kaki nya jadi lemas..lumpuh..langsung muntah..muntah...setelah di obatin pake cara pramuka p3k itu tuh...langsung di bawa ke rmh sakit...UGD....semua di chek up..tensi darah nya sampe 200/120...wah..ya Allah apa yg terjadi..semua kaget..mukanya warnanya sampe merah lebam. harus dirawat kt Dr...akhirnya sampe sekarang masih tergolek lemah di sebuah kamar rumah sakit..yang tensi nya turun naik..dan kepalanya seperti ditusuk tusuk jarum...ya Allah..sembuhkanlah sahabat ku ini...aku jadi sepi...ga ada temen ngobrol,bercanda,curhat...doain ya..biar cepat sembuh...amin....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-4506231233759075722?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/4506231233759075722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=4506231233759075722' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4506231233759075722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/4506231233759075722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/02/merana.html' title='MERANA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-3286803463812818831</id><published>2008-02-24T02:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T02:45:35.257-08:00</updated><title type='text'>UNTUK RENUNGAN BERSAMA</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita terlupa dgn artikel ini.Detik-detik Rasulullah SAW menghadapi sakaratul maut.  Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan  sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, "Wahai umatku, kita semua adadalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan Sunnahku.Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap  sahabatnya satu persatu.Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik  turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya s udah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala  itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan  cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.Matahari kian  tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan  membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang  demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,"Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah  ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur  Fatimah lembut.  Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah,dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata  Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril,jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.  Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" TanyaJibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"  "Jangankhawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat  Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,urat-urat lehernya menegang.  "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah,dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan  dada nya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak  membisik kan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wamaa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, danAli kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampu kah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wasalim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.Aamiin....Ya Rabbal 'Aalamiin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-3286803463812818831?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/3286803463812818831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=3286803463812818831' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3286803463812818831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3286803463812818831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/02/untuk-renungan-bersama.html' title='UNTUK RENUNGAN BERSAMA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-3689131609616590953</id><published>2008-02-23T09:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-23T09:14:38.300-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>NATUNA CANTIK NAN ELOK</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BUWqCpV4I/AAAAAAAAAEo/YjZJHLQmanw/s1600-h/dida_001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170225120440571778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BUWqCpV4I/AAAAAAAAAEo/YjZJHLQmanw/s320/dida_001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BUKqCpV3I/AAAAAAAAAEg/hWo7L568tBw/s1600-h/dida_002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170224914282141554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BUKqCpV3I/AAAAAAAAAEg/hWo7L568tBw/s320/dida_002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BT9qCpV2I/AAAAAAAAAEY/sfztuiLcyUs/s1600-h/dida_003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170224690943842146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BT9qCpV2I/AAAAAAAAAEY/sfztuiLcyUs/s320/dida_003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BTx6CpV1I/AAAAAAAAAEQ/JHxDqEeqgig/s1600-h/dida_004.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170224489080379218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BTx6CpV1I/AAAAAAAAAEQ/JHxDqEeqgig/s320/dida_004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kabupaten Natuna beribukota Ranai yang sering diterjemahkan menjadi Rantau Nan Indah karena memang merupakan wilayah yang memiliki panorama alam yang sangat indah untuk dijadikan tujuan wisata alam. Natuna memiliki pemandangan yang unik, dari utara sampai selatan terdapat batu-batu gunung yang besar dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bentuk batu akan dijumpai disana seperti Batu Kapal, Batu Sindu dan masih banyak lagi yang lain. Selain itu terdapat pula Pulau Senoa yang terlihat dari Pulau Bunguran seperti layaknya seorang wanita hamil yang tengah berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau ini masih dijumpai penyu-penyu yang datang untuk bertelur. Pemandangan laut Natuna juga sangatlah cantik. Pesona alam ini sangatlah menakjubkan dan mempesona bagaikan bidadari.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-3689131609616590953?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/3689131609616590953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=3689131609616590953' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3689131609616590953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3689131609616590953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/02/natuna-cantik-nan-elok_23.html' title='NATUNA CANTIK NAN ELOK'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R8BUWqCpV4I/AAAAAAAAAEo/YjZJHLQmanw/s72-c/dida_001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-1425121471482175082</id><published>2008-02-18T06:06:00.000-08:00</published><updated>2008-02-23T09:05:21.854-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>PUTUS ASA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R76eFaCpVvI/AAAAAAAAADQ/26xu1gWT2u0/s1600-h/ttyt.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169743237994862322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R76eFaCpVvI/AAAAAAAAADQ/26xu1gWT2u0/s200/ttyt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; PUTUS ASA... SILAKAN putus asa, ketika kamu merasa gagal melakukan sesuatu yang sudah menjadi impian kamu sejak lama. Keputusasaan itu seharusnya membuat kamu menjadi lebih kuat dan berpikir untuk tetap meraih mimpi yang belum kesampaian. Menjadi bumerang, ketika putus asa itu berbalik menjadi "iblis" yang menyerang dan membuat kamu benar-benar merasa gagal. Ketika kondisi ini yang kamu rasakan, percayalah, kamu benar-benar gagal. Melawan dan kemudian berdiri tegak akan membuat kamu punya kekuatan baru untuk bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus Asalah, saat kamu merasa perlu mengumpulkan amunisi untuk bergerak karena bayangan kekalahan jika tidak siap dan punya peluru yang cukup, akan membuat kamu termotivasi dan terpacu lebih tinggi mencapai puncak sukses. PUTUS ASA... SILAKAN putus asa, ketika kamu merasa gagal melakukan sesuatu yang sudah menjadi impian kamu sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusasaan itu seharusnya membuat kamu menjadi lebih kuat dan berpikir untuk tetap meraih mimpi yang belum kesampaian. Menjadi bumerang, ketika putus asa itu berbalik menjadi "iblis" yang menyerang dan membuat kamu benar-benar merasa gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kondisi ini yang kamu rasakan, percayalah, kamu benar-benar gagal. Melawan dan kemudian berdiri tegak akan membuat kamu punya kekuatan baru untuk bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus Asalah, saat kamu merasa perlu mengumpulkan amunisi untuk bergerak karena bayangan kekalahan jika tidak siap dan punya peluru yang cukup, akan membuat kamu termotivasi dan terpacu lebih tinggi mencapai puncak sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-1425121471482175082?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/1425121471482175082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=1425121471482175082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1425121471482175082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/1425121471482175082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/02/putus-asa.html' title='PUTUS ASA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R76eFaCpVvI/AAAAAAAAADQ/26xu1gWT2u0/s72-c/ttyt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-9103962812115773503</id><published>2008-02-15T21:32:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T21:46:44.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>Jangan pernah katakan cinta, Jika kamu tidak pernah peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bicara tentang perasaan, Jika rasa itu tidak pernah ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah genggam jemari, Jika berniat membuat patah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah katakan selamanya, Jika berniat untuk berpisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menatap mataku, Jika yang kamu ucapkan adalah kebohongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah ucapkan "Halo", Jika berniat mengucapkan "Selamat Tinggal"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah bilang kalau "Akulah satu-satunya", Jika kamu mengimpikan yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah mengunci hatiku, Jika kamu tidak punya kuncinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu akan menjadi kematian bagimu, kalo kamu terperangkap olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bagai misteri datang dan pergi tanpa permisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tak perlu mencarinya karena cinta akan datang, pada waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tak dapat membelinya karena harga sebuah cinta, sangatlah mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta akan lahir pada saat yang tepat tanpa kita, ketahui kapan, dan tanpa kita ketahui kepada siapa. Jika suatu hari pasangan anda mengatakan "Aku tak mencintaimu lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let it go, walaupun practically susah bagi sebagian orang. Biarkan berlalu karena cinta tak dapat dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta dipaksakan cinta tersebut layaknya akan dapat meledak menjadi kebencian.&lt;br /&gt;Let it go. Cinta akan datang kembali kepada kamu suatu waktu, entah kapan pokoknya pada waktu yang tepat menurut ukuran Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tak akan membiarkan kamu sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan perasaan kamu kalo kamu ditinggal ama cinta ?&lt;br /&gt;Simpanlah dalam-dalam cinta tersebut. Kenanglah sebagai bagian dari pengalaman hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah jika perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah karena anda pernah dicintai, berbahagia karena cinta pernah ada di hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang cowok jangan pernah jadikan kecantikan sebagai ukuran kamu untuk mencintai seseorang karena akan sangat gampang sekali membuat cinta terus menguasai dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pandanglah jauh ke depan pikirkan baik-baik karena semua akan menyangkut masa depanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang cewek jangan jadikan uang, kedudukan dan segala yang fana jadi titik point dari Cintamu karena akan sangat gampang sekali uang, kedudukan dan segala yang fana akan membutakan cintamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah engkau hanya cinta akan uang, kedudukan dan segala yang fana daripada kamu sendiri merasakan cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika cinta hilang dalam sebuah perkawinan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu perkawinan, cinta adalah cinta yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan&lt;br /&gt;dan kepada suami/istri dan kepada anak (jika ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu nggak bisa pergi begitu saja dengan mengatakan "Aku tak mencintai kamu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perkawinan "ANDA" adalah dua menjadi satu "ANDA" adalah suami/istri dan kamu sendiri. Jangan turuti kemauan anda tapi turuti kemauan "ANDA".&lt;br /&gt;Bagi anda yang mencintai, ubahlah makna cinta menjadi KASIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu bersemayam di dalah hati (bukan di otak atau pikiran), jika hati anda penuh dengan kasih, cinta tak akan pernah hilang dari diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu sabar ; Kasih tidak cemburu ; Kasih menerima apa adanya dan memberi yang ada ;&lt;br /&gt;Kasih itu komitmen sehingga seseorang yang memiliki kasih tak akan melupakan cintanya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih itu mengampuni dan memaafkan : Kasih adalah Cinta Sejati karena berasal dari Tuhan. Tanamkan Kasih di hati anda sejak awal maka Cinta anda tak akan hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanamkan kasih maka kamu akan bertahan jika kekasihmu mengatakan, "Aku tak mencintaimu lagi" Berat memang, apalagi jika kita masih mengasihi dia. Jika kamu dan pasangan kamu  emiliki kasih, kamu berdua boleh mengatakan : "Orang ketiga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa takutt !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-9103962812115773503?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/9103962812115773503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=9103962812115773503' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/9103962812115773503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/9103962812115773503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/02/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7715816558874297389</id><published>2008-01-29T02:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T05:30:08.945-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>Kegagahan Perempuan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;KECANTIKAN LELAKI DAN KEGAGAHAN WANITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang cantik, adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lelaki yang mampu mengalirkan airmata untuk ingatan&lt;br /&gt;2) Lelaki yang sedia menerima segala teguran&lt;br /&gt;3) Lelaki yang memberi madu,setelah menerima racun&lt;br /&gt;4) Lelaki yang tenang dan lapang dada&lt;br /&gt;5) Lelaki yang baik sangka&lt;br /&gt;6) Lelaki yang tak pernah putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan lelaki berdiri di atas kemuliaan hati. Seluruh kecantikan yang&lt;br /&gt;ada pada Muhammad adalah kecantikan yang sempurna seorang lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagahan Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagahan seorang wanita bukan kepada pejal otot badan, tetapi pada&lt;br /&gt;kekuatan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang gagah, adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perempuan yang tahan menerima sebuah kehilangan&lt;br /&gt;2) Perempuan yang tidak takut pada kemiskinan&lt;br /&gt;3) Perempuan yang tabah menangung kerinduan setelah ditinggalkan&lt;br /&gt;4) Perempuan yang tidak meminta-minta agar di penuhi segala keinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagahan perempuan berdiri di atas teguh iman. Seluruh kegagahan yang ada&lt;br /&gt;pada Khadijah adalah kegagahan sempurna bagi seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun" Surah Al-Ahzab : Ayat 71&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu&lt;br /&gt;dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka&lt;br /&gt;sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7715816558874297389?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7715816558874297389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7715816558874297389' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7715816558874297389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7715816558874297389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/kegahan-perempuan.html' title='Kegagahan Perempuan'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-3939454671963223609</id><published>2008-01-27T04:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T05:55:38.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>Kisah Sedih Orang Betawi</title><content type='html'>Begini kisahnye.... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkong Caim umurnye ude 80 taon, asmanye kumat mulu, &lt;br /&gt;badan udeh tinggal tulang doang. Udeh jalan 2 minggu, &lt;br /&gt;Engkong Caim diinpus di rumah sakit. Napasnye udah &lt;br /&gt;tinggal senen kemis pake selang oxigen. Anak mantunye &lt;br /&gt;nungguin gantian siang malem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas malem jum'at Engkong Caim ngedrop lagi,mukenye &lt;br /&gt;pucet, badannye dingin, matenye sipit ame napasnye &lt;br /&gt;tinggal atu dua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Nasir, anaknye semate wayang, ngirain babenye udeh &lt;br /&gt;waktunye koit. Ame si Nasir, dipanggil deh ustad &lt;br /&gt;kampung situ namenye Ustad Bokir. Begitu liat Engkong &lt;br /&gt;caim udeh diem aje, Bokir langsung baca-bacain &lt;br /&gt;macem-macem doa. &lt;br /&gt;Eh tau-tau Engkong Caim megap-megap ame kejang-kejang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bikin panik orang. &lt;br /&gt;Pake bahase isyarat, Engkong Caim tangannye niruin &lt;br /&gt;orang nulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh Nasir, Lu liat tuh tangan babe lu, daripade &lt;br /&gt;bengong, kasih bolpen kek babelu, kayaknye babe lu &lt;br /&gt;pengen nulis surat wasiat tuh" katenye Bokir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasir langsung ngibrit nyari kertas ame bolpen buat &lt;br /&gt;babenye, kali aje dapet warisan tanah di Condet pan &lt;br /&gt;lumayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pake sisa tenaganye, Engkong Caim nulis dikertas ampe'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gemeter, abis gitu kertasnye dikasiin ke Bokir. Ame &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bokir, surat wasiatnye langsung dikantongin. "Entar &lt;br /&gt;aje bacenye, kagak enak baca surat wasiat sekarang, &lt;br /&gt;pan babelu belon koit" katenye Bokir ngebisikin Nasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnye Engkong Caim jadi koit dah. Inna Lillahi. &lt;br /&gt;Orang sekampung pade nangisin, soalnye Engkong Caim &lt;br /&gt;biarin galak tapi baek ame tetangge. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas sukuran tujuh arinye Engkon Caim, Bokir diundang &lt;br /&gt;lagi ame Nasir buat ngebacain doa lagi. Abis bacain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doa, Bokir baru inget kalo die dititipin surat wasiat &lt;br /&gt;ame almarhum Engkong Caim. Untungnye, Bokir make baju &lt;br /&gt;taqwa nyang minggu kemaren dipake waktu Engkong Caim &lt;br /&gt;koit, pas dirogoh, surat wasiatnye masih ade &lt;br /&gt;dikantongnye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sodare-sodare sekalian, ade surat wasiat titipannye &lt;br /&gt;Engkon nyang belon sempet ane baca. Kalo kite inget &lt;br /&gt;masa idupnye Engkong, kayaknye sih isinye nasehat buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kite semue. Nyok kite baca bareng-bareng suratnye ye" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kate Bokir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu abis ngebuka lipetan surat wasiatnye, tau-tau &lt;br /&gt;GUBRAK !!! Bokir ngejeblak jatoh pingsan. Pas dibaca &lt;br /&gt;ame Nasir, ternyate isi suratnye cuma begini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HEH Bokir !!!! Lu bedirinye sonoan dikit, jangan &lt;br /&gt;nginjek selang oxigen gua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-3939454671963223609?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/3939454671963223609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=3939454671963223609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3939454671963223609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/3939454671963223609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/kisah-sedih-orang-betawi.html' title='Kisah Sedih Orang Betawi'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7363082466208153275</id><published>2008-01-26T22:38:00.000-08:00</published><updated>2008-01-26T22:40:28.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>TES MATA DENGAN SNELLEN MYOPA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5wnOaEgpZI/AAAAAAAAACA/TVfZem5R46E/s1600-h/Snellen-myopia.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160042401529636242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5wnOaEgpZI/AAAAAAAAACA/TVfZem5R46E/s200/Snellen-myopia.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Snellen Myopa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7363082466208153275?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7363082466208153275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7363082466208153275' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7363082466208153275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7363082466208153275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/tes-mata-dengan-snellen-myopa.html' title='TES MATA DENGAN SNELLEN MYOPA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5wnOaEgpZI/AAAAAAAAACA/TVfZem5R46E/s72-c/Snellen-myopia.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-5921412564878730917</id><published>2008-01-26T06:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-26T22:43:07.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>Mengenal Kaca Mata dan Perkembangannya</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Author: Hoya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kacamata sama tuanya dengan sejarah manusia. Kacamata tercipta dari usaha manusia menemukan misteri di balik penglihatan mereka. Di jaman prasejarah, telah dikenal kelainan “presbyopia” di kalangan pemburu. Karena penyebab dan penyembuhannya tak dikenal, mereka mencari jawabnya di dunia supranatural dan ‘tahyul’. Kaca ditemukan th 3000 SM, tapi lensa kaca baru dikenal th 800 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, orang Yunani menggunakan bola kaca diisi air dan diletakkan di atas obyek yang akan dilihat, atau batu kwarsa. Kaisar Nero, dari Romawi menggunakan cincin “emerald” untuk membantu memperbaiki penglihatannya. Tahun 800an, orang Cina membuat alat pembesar berbingkai dari kristal batu karang, kwarsa atau “beryl”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1000, kaca pembesar, disebut “Batu Pembaca” mulai dikenal di Eropa, berbentuk bola kaca yang diletakkan di atas benda yang akan dilihat. Tahun 1268, Roger Bacon, pendeta dan ilmuwan Inggris, menemukan kacamata baca. Tahun 1275, Marcopolo, petualang Italia ke Cina, menemukan orang Cina telah mempergunakan kacamata yang digantungkan di atas telinga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa kacamata mulai dikenal th 1284 di Itali oleh Salvino D’armate, pendeta dan seniman. Namun sekitar th 1300, perkembangannya terhambat oleh gerakan anti kacamata, “The Guild of Venetian Crystal workers”, yang mengharamkan kacamata: “Nobody in the said guild of crystal workers shall dare to buy, or cause to be bought, or sell, or cause to be sold, any work of colourless glass which counterfeits crystal, for example, buttons, handles, disks for small barrels and for the eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1500 ditemukan kacamata untuk “myopia”, yang juga dipakai Paus Leo X. Saat itu kacamata mulai banyak dijual di jalan-jalan, di mana pada kacamata itu tertera goresan angka yang menunjukkan usia pemakainya. Th 1700, kacamata menjadi simbol kebangsawanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari raja Philip V, permaisuri dan 500 pengawal wanitanya, yang menggunakan kacamata dari kulit penyu, kacamata menjadi mode di kalangan menengah atas di Spanyol. Th 1760, Benjamin Franklin menciptakan kacamata bifokal, berupa perpaduan dua lensa yang ditempelkan bagian atas dan bawah begitu saja. Ini adalah awal perkembangan lensa bifokal dan multifokal. Th 1790 kaca mulai digunakan sebagai lensa dan Venice (Itali) serta Nuremburg (Jerman) tumbuh sebagai pusat penggosokan lensa kaca yang amat terkenal. Perubahan ini diikuti oleh perubahan disain frame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari “monocle”, lensa tunggal yang ditempelkan di depan bahan bacaan dan pengguna kacamata menempelkan matanya sambil memicingkan mata yang sebelah dan “lorgnettes”, kacamata berbentuk gagang panjang yang dipegang dengan satu tangan dan ditempelkan pada mata untuk membaca, tahun 1800 diketemukan “oxfords”, di Perancis disebut “Pince-nez” atau “Pinch Nose”, yaitu kacamata dengan alat penyangga yang dijepitkan di hidung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk pemakai kacamata ini adalah President Theodore D Rossevelt dari AS. Th 1826, John Isaac Hawkins, penemu, pemusik dan insinyur, menemukan lensa trifocal untuk melihat dekat, menengah dan jauh. Dan th 1884-1908 ditemukan teknologi yang menyempurnakan bifocal temuan Benyamin Franklin, menjadi bifokal dalam 1 kepingan atau “one-piece bifocals”. Tahun-tahun tersebut ditandai dengan penemuan kacamata mendekati bentuknya seperti sekarang: kacamata dengan bingkai melingkari kepala, ditambah “temples”. Kacamata mulai mempergunakan gagang menempel di kiri kanan kepala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Th 1880, mulai dikenal kacamata dalam bentuk modern, gagang melengkung dan pas menempel di daun telinga kiri dan kanan. Akhir th 1800, lensa spheris mulai dikenal untuk mengatasi “astigmatism” atau kelainan silendris. Tahun 1938, ditemukan lensa kontak, terdiri dari lapisan film tipis dan dipasang mengambang di permukaan kornea mata di bawah bulu mata tanpa bingkai kacamata. Lensa ini mendorong revolusi di dunia selebritis: aktor-aktor merubah warna mata mereka menggunakan lensa kontak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970 ditemukan bahan plastik, CR 39, sebagai pengganti kaca. Penemuan ini merubah pandangan orang terhadap kacamata. Kebutuhan massal akan kacamata memunculkan ribuan jenis frame dan jenis lensa kacamata baru, yaitu “one-hour superstores grind lenses”, lensa jadi atau siap pakai. Orang tidak perlu lagi menunggu lama untuk membeli kacamata. Mereka tinggal menentukan ukuran lensa, memilih bingkai yang sesuai, dan satu jam kemudian kacamata itu siap pakai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi lensa terus berlanjut dengan ditemukannya bahan paling liat di dunia, “EYAS” oleh Hoya, Jepang. Penemuan ini menimbulkan revolusi di bidang frame dengan diciptakannya frame tanpa rangka atau rimless frames. Untuk pemasangannya, lensa harus dibor baik dari bidang datar lensa maupun dari sisi samping, dan untuk itu diperlukan lensa yang liat dan kuat, yaitu EYAS dari Hoya. Dari sisi disain, muncul generasi baru lensa aspherik, yang diciptakan oleh Mohamad Jalie, “guru” optik warganegara Inggris asal India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa aspherik adalah lensa yang salah satu atau kedua permukaannya tidak berbentuk dinding bola. Lensa ini paling baik untuk ukuran positif karena lensa tampak sangat tipis. Tahun 1980an, lensa ini disempurnakan oleh Dr Erning Wihardjo, M.Eng., M.S.Eng., kini President Director PT ALPI, distributor lensa HOYA, menjadi lensa Nulux. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan bahan lensa berlanjut dengan ditemukannya ‘TESLALID” tahun 1998, juga oleh Hoya Jepang. Dengan indeks bias tertinggi di dunia, 1.71. Dengan demikian teslalid merupakan bahan yang paling cocok untuk lensa minus tinggi &gt; 6. Dengan bahan ini lensa yang berukuran tinggi tetap terlihat tipis seperti lensa ukuran rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perkembangan ini akhirnya menuju pada satu tujuan: penciptaan lensa kacamata yang memenuhi 3 syarat: kekuatan dan kenyamanan lensa plastik, kekukuhan dan ketajaman lensa kaca dan kemampuan memperbaiki penglihatan manusia. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;blockquote id="5ca16b74"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-5921412564878730917?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/5921412564878730917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=5921412564878730917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5921412564878730917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5921412564878730917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/mengenal-kaca-mata-dan-perkembangannya.html' title='Mengenal Kaca Mata dan Perkembangannya'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-5466501491943976438</id><published>2008-01-22T13:39:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T13:51:17.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>CEPOT TEA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjZe--xKI/AAAAAAAAAB4/YroR2OrxNFo/s1600-h/z_cepot2_purwa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158419712664585378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjZe--xKI/AAAAAAAAAB4/YroR2OrxNFo/s320/z_cepot2_purwa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Nyeri Huntu......!! Matakna ulah sok menta nu aneh-aneh&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjQu--xJI/AAAAAAAAABw/BVZGp5rbIWI/s1600-h/cepot.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158419562340730002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjQu--xJI/AAAAAAAAABw/BVZGp5rbIWI/s320/cepot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Cepot Tea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjIu--xII/AAAAAAAAABo/6v2Bdx2JBfU/s1600-h/cepot_kembar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158419424901776514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjIu--xII/AAAAAAAAABo/6v2Bdx2JBfU/s320/cepot_kembar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cepot Kembar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-5466501491943976438?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/5466501491943976438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=5466501491943976438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5466501491943976438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/5466501491943976438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/cepot-tea.html' title='CEPOT TEA'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZjZe--xKI/AAAAAAAAAB4/YroR2OrxNFo/s72-c/z_cepot2_purwa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7784506545436293671</id><published>2008-01-22T13:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T13:19:26.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>KACA MATA GAUL BUAT YANG BERSELERA GAUL</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5Zdee--xHI/AAAAAAAAABc/6zQlFOSDSU8/s1600-h/eddy_prasetyo_bandung.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158413201494164594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5Zdee--xHI/AAAAAAAAABc/6zQlFOSDSU8/s200/eddy_prasetyo_bandung.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZdSe--xGI/AAAAAAAAABU/AVBzzBBE-uw/s1600-h/dior1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158412995335734370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZdSe--xGI/AAAAAAAAABU/AVBzzBBE-uw/s200/dior1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZdMe--xFI/AAAAAAAAABM/ztI5Dg1l8GQ/s1600-h/dior2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158412892256519250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZdMe--xFI/AAAAAAAAABM/ztI5Dg1l8GQ/s200/dior2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZdFO--xEI/AAAAAAAAABE/y7iZMU-gvZ0/s1600-h/dior3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158412767702467650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZdFO--xEI/AAAAAAAAABE/y7iZMU-gvZ0/s200/dior3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Diperagakan Oleh Artis&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7784506545436293671?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7784506545436293671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7784506545436293671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7784506545436293671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7784506545436293671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/kaca-mata-gaul-dari-dior.html' title='KACA MATA GAUL BUAT YANG BERSELERA GAUL'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5Zdee--xHI/AAAAAAAAABc/6zQlFOSDSU8/s72-c/eddy_prasetyo_bandung.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-6663993975679034565</id><published>2008-01-22T11:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T12:02:37.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>GINANJAR BAKAL KUKUHKAN PENGURUS PWP</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZLz---xBI/AAAAAAAAAAs/sP5o3wAUu2Y/s1600-h/ushe-biru.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158393779652051986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZLz---xBI/AAAAAAAAAAs/sP5o3wAUu2Y/s200/ushe-biru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harian Sijorimandiri, 26 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Gunanjar Kartasasmita bakal mengukuhkan kepengurusan Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Kota Batam, 1 Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, tiga gubernur dari tiga provinsi dijadwalkan hadir dalam kesempatan itu. Ketiga gubernur itu adalah Dani Setiawan, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Khaisiyah dan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Pengukuhan Pengurus PWP Dida Priautama bersama Sekretaris Panitia Pelaksana Agus Wibowo dan Ketua PWP Batam Dede Suparman, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Protokoler Pemprov Jabar sudah memberikan kepastian. Kegiatan ini mengikuti jadual protokoler tersebut, Selain itu, Pak Ismeth juga pastikan kehadirannya dalam kegiatan pengukuhan itu sendiri," ujar Dida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dida mengatakan, keterlambatan kegiatan untuk melakukan pengukuhan pengurus ini, dikarenakan panitia mengkordinasikan dengan jadwal para petinggi dan sesepuh Jawa Barat. Dan setelah enam bulan panitia bekerja semaksimal mungkin, maka semua petinggi dan sesepuh tersebut akan hadir mengikuti agenda pengukuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya kegiatan pengukuhan pengurus itu sendiri akan dihadiri sekitar 31.000 warga Pasundan yang merantau di Batam. Usai kegiatan serimonial pengukuhan pengurus yang telah terbentuk, maka para tamu akan disuguhi hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan memberikan hiburan kepada warga. Hiburan yang akan ditampilkan yakni hiburan asli Jawa Barat. Diantaranya Wayang Golek dengan dalang terkenal Asep Sunandar Sunarya, Tari Merak, Jaipongan dan debus," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diterima oleh Panitia, katanya, banyak perantau dari Pasundan yang sudah tidak sabar untuk mengikuti kegiatan ini. "Beberapa telepon yang masuk melalui panitia banyak perantau Pasundan yang beraktifitas di Muka Kuning menanyakan kegiatan ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sekretaris panitia pengukuhan pengurus PWP Agus mengatakan secara teknis segala sesuatu untuk kelancaran dan kesuksesan pengukuhan ini telah sempurna. Saat ini, katanya, panitia hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan untuk persiapan terlaksananya sudah dikerjakan. Saat ini pekerjaan kita sudah final, hanya menunggu pelaksanaanya," ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara it, Ketua pengurus PWP Dede Suparman mengatakan keberadaan PWP ini untuk mempersatukan dan menjalin silatulrahmi sesama perantau di Batam. "Kita akan terus mempererat persaudaraan antara sesama perantau dari Pasundan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, salah satu program yang telah disepakati melalui musyarwarah besar April lalu adalah, memperjuangkan hak dan kesejahteraan perantau Pasundan. "Program kita yakni program sosial untuk anggota," tegasnya. (sm/ed)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-6663993975679034565?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/6663993975679034565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=6663993975679034565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6663993975679034565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/6663993975679034565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/ginanjar-bakal-kukuhkan-pengurus-pwp.html' title='GINANJAR BAKAL KUKUHKAN PENGURUS PWP'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZLz---xBI/AAAAAAAAAAs/sP5o3wAUu2Y/s72-c/ushe-biru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2055573860599468393.post-7526556937792411154</id><published>2008-01-22T11:25:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T11:49:45.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>DARI PINTU KE PINTU MEMASARKAN PRODUK KASOEM OPTICAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZIyu--w_I/AAAAAAAAAAY/v70r4URLMnw/s1600-h/dida_pria_utama_001.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158390459642332146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZIyu--w_I/AAAAAAAAAAY/v70r4URLMnw/s320/dida_pria_utama_001.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harian Batampos, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 02 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAM (BP) - Upaya mencari pelanggan memang tak mudah. Perlu ketekunan dalam mendapatkannya. Hal ini juga dialami Dida Priautama, Branch Manager PT Inti Kasoem Optical.&lt;br /&gt;Pengelola optik A-Kasoem ini tak hanya berdiam diri, namun mencari pelanggan dengan door to door (pintu ke pintu). Datang ke perusahaan - perusahaan di Muka Kuning, BOB, Pemko, instansi pemerintah lainnya hingga datang ke sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triknya memang cukup bisa diandalkan. Namun tak jarang dengan cara tersebut ia banyak mengalami penolakan. Seperti saat datang ke sebuah perusahaan di Muka Kuning. Ada saja alasan yang dilontarkan perusahaan yang didatanginya. Dari mulai sedang kerja dan alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Dida tak patah semangat untuk terus mendapatkan calon pelanggan barunya. Apalagi Optik A-Kasoem di Komplek Batam Jaya atau belakang hotel Good Way Nagoya sedang mengadakan program terbarunya yaitu periksa mata gratis buat seluruh warga Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dida mengaku terjun ke optik lantaran menyenangi bidang kesehatan dan senang berhubungan dengan orang. ‘’Membeli kacamata tak seperti membeli pakaian. Begitu membeli langsung selesai,’’ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian saat membeli kacamata. Pelanggan dan pihaknya menjalin hubungan berkelanjutan. ‘’Banyak pelanggan Optik A- Kasoem yang jadi saudara,’’ tutur pria yang juga sekretaris Komite Nasional Pemuda Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya sebagai Branch Manager tak didapat dengan mudah. Tapi benar-benar dari bawah sebagai marketing optik yang door to door sejak tahun 1991 di Bandung dan Jakarta. (ann)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2055573860599468393-7526556937792411154?l=dida-priautama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dida-priautama.blogspot.com/feeds/7526556937792411154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2055573860599468393&amp;postID=7526556937792411154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7526556937792411154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2055573860599468393/posts/default/7526556937792411154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dida-priautama.blogspot.com/2008/01/dari-pintu-ke-pintu-memasarkan-produk.html' title='DARI PINTU KE PINTU MEMASARKAN PRODUK KASOEM OPTICAL'/><author><name>Kang Dida Tea</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18056024949016390662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZHK---w9I/AAAAAAAAAAM/5A44gaYv8BE/S220/dida_pria_utama_001.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_GsIAhIlvfxQ/R5ZIyu--w_I/AAAAAAAAAAY/v70r4URLMnw/s72-c/dida_pria_utama_001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
